Dugaan Penggunaan Dana BOS 2024-2025 di SMKN PP 1 Kualuh Selatan Mencuat, Pihak Sekolah Belum Beri Tanggapan.
KUALUH SELATAN, LABUHANBATU UTARA-Mitrabayangakara.my.id _ Dugaan kejanggalan dalam penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun 2025 di SMKN Pertanian Pembangunan (PP) 1 Kualuh Selatan mencuat ke publik Sabtu ,7/11/26.
Sekolah yang beralamat di Jl. Lintas Sumatera Medan - Rantau Prapat KM 228, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Provinsi Sumatera Utara ini memiliki akreditasi A, dengan Kepala Sekolah Dame Ginda.
Dugaan tersebut berkaitan dengan penggunaan dana BOS Tahun 2025 untuk jurusan Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP), Agribisnis Ternak Ruminansia (ATR), serta bagian administrasi sekolah dan pemeliharaan rehab ringan sekolah.
Upaya Konfirmasi
Media ini telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Sekolah Dame Ginda melalui pesan WhatsApp. Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan yang diberikan.
Media ini juga telah mendatangi sekolah tersebut sejak 15 Oktober 2026 hingga Sabtu, 7 November 2026 untuk meminta klarifikasi. Hingga saat itu, pihak sekolah belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan tersebut.
Sementara itu, salah satu guru di sekolah tersebut yang meminta namanya tidak disebutkan menyampaikan kepada media ini bahwa kepala sekolah jarang masuk sekolah.
" Menurut penuturannya, kepala sekolah sedang ada dinas atau menjalani cuci darah.
Keterangan tersebut masih merupakan keterangan sepihak dan belum dapat diverifikasi secara independen oleh media ini.
Data Anggaran Dana BOS yang Tercatat
Sebagai pembanding, berikut data anggaran Dana BOS yang tercatat untuk sekolah tersebut:
Tahun 2025 - Tahap 1
Jumlah dana yang diterima: Rp 454.770.000
Jumlah siswa penerima: 558
Tanggal pencairan: 22 Januari 2025
Total penggunaan yang tercatat: Rp 437.869.146
Rincian:
• Penerimaan Peserta Didik Baru: Rp 4.500.000 • Pengembangan perpustakaan: Rp 115.817.000 • Kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler: Rp 12.770.000 • Kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran: Rp 12.985.350 • Administrasi kegiatan sekolah: Rp 93.812.440 • Langganan daya dan jasa: Rp 13.267.176 • Pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah: Rp 12.668.780 • Penyediaan alat multimedia pembelajaran: Rp 20.300.000 • Penyelenggaraan bursa kerja khusus, PKL, pemantauan kebekerjaan, pemagangan guru, dan LSP-P1: Rp 19.868.400 • Pembayaran honor: Rp 131.880.000
Tahun 2025 - Tahap 2
Jumlah dana yang diterima: Rp 454.770.000
Jumlah siswa penerima: 558
Tanggal pencairan: 08 Agustus 2025
Total penggunaan yang tercatat: Rp 471.648.354
Rincian:
• Penerimaan Peserta Didik Baru: Rp 1.275.000 • Pengembangan perpustakaan: Rp 53.915.000 • Kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler: Rp 23.060.000 • Kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran: Rp 27.854.500 • Administrasi kegiatan sekolah: Rp 89.391.230 • Pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan: Rp 4.650.000 • Langganan daya dan jasa: Rp 16.046.400 • Pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah: Rp 105.139.224 • Penyediaan alat multimedia pembelajaran: Rp 23.635.000 • Penyelenggaraan bursa kerja khusus, PKL, pemantauan kebekerjaan, pemagangan guru, dan LSP-P1: Rp 36.100.000 • Pembayaran honor: Rp 90.582.000
Tahun 2024 - Sebagai Pembanding
Pada tahun 2024, sekolah tercatat menerima Rp 473.515.000 dengan jumlah siswa penerima 581 orang, dengan dua tahap pencairan pada 18 Januari 2024 dan 12 Agustus 2024.
Hingga berita ini ditayangkan, dugaan tersebut masih memerlukan klarifikasi dan verifikasi lebih lanjut dari pihak sekolah maupun dinas terkait.




