Semarang | MitraBhayangkara.my.id – Pergantian pejabat di tubuh kepolisian bukan sekadar seremoni serah terima jabatan. Tantangan sesungguhnya justru dimulai setelah jabatan diserahkan: apakah pejabat baru mampu meningkatkan kualitas pelayanan, merespons keluhan warga, dan memastikan kehadiran polisi benar-benar dirasakan masyarakat?
Pesan itulah yang ditekankan Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo, S.I.K., M.Si., saat memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) delapan posisi strategis di lingkungan Polres Semarang, Rabu (21/10/2026).
Upacara yang berlangsung di Lapangan Tri Brata Polres Semarang tersebut mencakup pergantian Kabagops, Kabaglog, Kasat Binmas, Kasat Resnarkoba, Kasiwas, Kasihumas, Kapolsek Bergas, dan Kapolsek Getasan.
Kegiatan diikuti para pejabat utama (PJU), Kapolsek jajaran, perwira, personel Polres Semarang, serta Ketua Bhayangkari Cabang Semarang beserta pengurus.
Di balik pergantian delapan jabatan tersebut, terdapat tuntutan yang tidak sederhana. Para pejabat baru harus mampu meneruskan program yang telah berjalan, menyesuaikan diri dengan karakteristik wilayah, serta menjawab persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara profesional.
Kapolres: Jangan Hanya Bekerja di Balik Meja
Dalam amanatnya, AKBP Heru menyampaikan apresiasi kepada para pejabat lama atas dedikasi, loyalitas, kerja keras, dan pengabdian selama menjalankan tugas di lingkungan Polres Semarang.
Ia mengakui bahwa pelaksanaan tugas kepolisian di lapangan tidak selalu berjalan mudah. Berbagai persoalan dan dinamika wilayah membutuhkan tanggung jawab serta kemampuan menyelesaikan masalah.
“Atas nama pimpinan dan seluruh keluarga besar Polres Semarang, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya,” ujar Heru dalam amanatnya.
Namun, perhatian utama Kapolres tidak berhenti pada penghargaan kepada pejabat lama. Kepada para pejabat baru, ia menegaskan pentingnya adaptasi, komunikasi, dan keterlibatan langsung dalam persoalan masyarakat.
“Jangan ragu untuk turun langsung ke lapangan. Dengarkan apa yang menjadi keluhan masyarakat, lihat persoalan di wilayah dan bangun komunikasi yang baik dengan seluruh unsur terkait,” tegasnya.
Pesan tersebut menempatkan pelayanan publik sebagai salah satu ukuran penting keberhasilan pejabat kepolisian.
Menurut Heru, keberhasilan Polri tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya kegiatan yang dilaksanakan. Lebih dari itu, keberhasilan harus terlihat dari sejauh mana kehadiran dan pelayanan kepolisian benar-benar dirasakan masyarakat.
Dengan demikian, tantangan para pejabat yang baru menerima amanah bukan sekadar menjalankan rutinitas organisasi, melainkan memastikan bahwa setiap tugas memiliki dampak nyata terhadap keamanan, ketertiban, dan kepercayaan publik.
Delapan Jabatan Berganti, Ini Rinciannya
Rotasi kali ini menyentuh sejumlah posisi yang memiliki fungsi penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian, mulai dari pengendalian operasional hingga pembinaan masyarakat dan pengawasan internal.
1. Kabagops Polres Semarang
Kompol Suramto, S.H., M.H., menyerahkan jabatan Kepala Bagian Operasi kepada Kompol Wigiyadi, S.H., M.Si., yang sebelumnya menjabat Kabaglog Polresta Batang.
Kabagops memiliki peran penting dalam perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian kegiatan operasional kepolisian. Karena itu, kesinambungan koordinasi dan ketepatan pelaksanaan tugas menjadi tantangan bagi pejabat baru.
2. Kabaglog Polres Semarang
Kompol Bambang Triatmojo, S.H., mendapat penugasan baru di Direktorat Binmas Polda Jawa Tengah. Jabatan Kabaglog selanjutnya diserahkan kepada Kompol Suramto, S.H., M.H.
Pergantian ini menempatkan Suramto pada tanggung jawab baru di bidang logistik. Pengelolaan dukungan sarana dan prasarana harus tetap berjalan efektif untuk menunjang pelaksanaan tugas kepolisian.
3. Kasat Binmas Polres Semarang
AKP Maharrani Setyadevi Hartanto, S.Tr.K., S.I.K., menyerahkan jabatan Kasat Binmas kepada AKP Budiyono, yang sebelumnya menjabat Kasi Humas Polres Semarang.
Sementara itu, AKP Maharrani mendapat penugasan di Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Dit Res PPA dan PPO) Polda Jawa Tengah.
Bidang pembinaan masyarakat memiliki peran strategis dalam membangun komunikasi antara kepolisian dan warga. Pendekatan preventif, kemitraan, serta kemampuan menyerap aspirasi masyarakat menjadi bagian penting dari tantangan pejabat baru.
4. Kasat Resnarkoba Polres Semarang
AKP Herry Akhmadi, S.H., mendapat penugasan baru sebagai Kasat Reskrim Polres Magelang Kota.
Posisi Kasat Resnarkoba Polres Semarang selanjutnya diisi AKP Sakti Hermawan, S.H., yang sebelumnya menjabat Kasat Resnarkoba Polres Rembang.
Pergantian ini berlangsung pada jabatan yang memiliki tanggung jawab penting dalam upaya pencegahan dan penindakan tindak pidana narkotika.
Publik tentu berkepentingan agar pergantian pejabat tersebut diikuti kesinambungan penanganan perkara, penguatan upaya pencegahan, dan peningkatan koordinasi dengan masyarakat maupun instansi terkait.
5. Kasiwas Polres Semarang
Iptu Jarot Dri Handoko, S.H., menerima tugas sebagai pejabat baru Kasiwas Polres Semarang.
Fungsi pengawasan internal menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga pelaksanaan tugas kepolisian agar berjalan sesuai ketentuan dan standar yang berlaku.
6. Kasihumas Polres Semarang
Jabatan Kepala Seksi Hubungan Masyarakat juga tercatat dalam daftar posisi yang mengalami pergantian.
Namun, informasi yang tersedia dalam bahan pemberitaan belum menjelaskan secara lengkap nama pejabat yang menyerahkan jabatan maupun pejabat penggantinya. Karena itu, identitas pejabat Kasihumas perlu dikonfirmasi kepada Humas Polres Semarang sebelum dipublikasikan sebagai informasi definitif.
7. Kapolsek Bergas
AKP Himawan Sutanto, S.H., M.H., menyerahkan jabatan Kapolsek Bergas kepada AKP Lingga Ramadhani, S.T.K., S.I.K., M.M., CPHR., yang sebelumnya menjabat Kasi Humas Polresta Surakarta.
AKP Himawan selanjutnya mendapat penugasan sebagai Kasat Intel Polres Sukoharjo.
Sebagai wilayah yang membutuhkan koordinasi kepolisian dengan berbagai unsur masyarakat, Bergas memerlukan kepemimpinan yang mampu membaca potensi kerawanan, menjaga komunikasi dengan warga, serta merespons persoalan kamtibmas secara cepat dan proporsional.
8. Kapolsek Getasan
Jabatan Kapolsek Getasan diserahterimakan dari AKP Agus Pardiyono Marinus, S.H., M.H., yang selanjutnya bertugas di Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah.
Posisi tersebut dipercayakan kepada AKP Aris Munadi, S.H., M.H., yang sebelumnya bertugas di Bagian Operasi Polres Salatiga.
Pergantian ini menuntut pejabat baru untuk segera memahami karakteristik wilayah, membangun koordinasi lintas sektor, dan menjaga agar pelayanan kepolisian tetap mudah diakses masyarakat.
Tantangan Setelah Sertijab: Mengubah Arahan Menjadi Hasil
Rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel Polri. Akan tetapi, bagi masyarakat, pergantian pejabat akan lebih bermakna apabila diikuti peningkatan kualitas pelayanan yang dapat dirasakan secara langsung.
Pernyataan Kapolres Semarang mengenai pentingnya turun ke lapangan dan mendengarkan keluhan warga menjadi pesan yang perlu diterjemahkan ke dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Kehadiran polisi tidak cukup diukur melalui kegiatan seremonial, jumlah agenda, ataupun dokumentasi aktivitas. Respons terhadap laporan masyarakat, kecepatan penanganan pengaduan, profesionalitas dalam bertindak, serta keterbukaan informasi juga merupakan aspek penting dalam membangun kepercayaan publik.
Pada titik inilah para pejabat baru menghadapi tantangan yang sesungguhnya. Mereka perlu memastikan bahwa arahan pimpinan tidak berhenti sebagai amanat upacara, melainkan menjadi pedoman kerja yang diterapkan secara konsisten.
Bagi pejabat yang memimpin fungsi operasional, misalnya, koordinasi dan ketepatan penanganan persoalan harus menjadi perhatian. Sementara itu, fungsi pembinaan masyarakat membutuhkan komunikasi yang berkelanjutan dengan warga, dan fungsi pengawasan harus dijalankan secara profesional sesuai kewenangan.
Meski demikian, penilaian atas keberhasilan pejabat baru memerlukan data pelaksanaan tugas dan perkembangan pelayanan setelah mereka mulai bekerja. Tanpa data tersebut, belum ada dasar yang cukup untuk menyimpulkan bahwa rotasi ini telah meningkatkan atau justru menurunkan kinerja organisasi.
Kapolres Berharap Soliditas dan Sinergi Diperkuat
AKBP Heru berharap pergantian jabatan menjadi momentum untuk meningkatkan kinerja, memperkuat soliditas internal, serta membangun komunikasi dan sinergi dengan seluruh elemen masyarakat.
Tujuan akhirnya adalah menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Semarang sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian.
Para pejabat yang baru menerima amanah diharapkan segera menyesuaikan diri dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Program yang telah berjalan baik perlu dilanjutkan, sedangkan berbagai persoalan di lapangan harus ditangani sesuai kewenangan dan ketentuan hukum.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan sertijab bukan hanya terlaksananya prosesi pergantian jabatan secara tertib. Ukuran yang lebih penting adalah kemampuan para pejabat baru menjawab kebutuhan masyarakat melalui pelayanan yang profesional, responsif, transparan, dan berkeadilan.
Masyarakat Kabupaten Semarang tentu berharap pergantian delapan jabatan strategis tersebut membawa dampak positif, terutama dalam penanganan gangguan kamtibmas, peningkatan kualitas pelayanan, serta penguatan kepercayaan terhadap institusi kepolisian.
(Pewarta: 75 | MitraBhayangkara.my.id)
Redaksi MitraBhayangkara.my.id membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada Polres Semarang maupun pihak terkait untuk melengkapi informasi mengenai pergantian jabatan dan pelaksanaan tugas para pejabat baru.




