Banjarnegara | MitraBhayangkara.my.id – Tangis dan isak duka pecah di rumah keluarga Marsiti, warga Desa Binorong, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Suasana haru menyelimuti keluarga dan kerabat ketika jenazah Marsiti, korban tragedi KM Virgo Transport 8, akhirnya tiba di rumah duka setelah identitasnya dipastikan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
Kepulangan Marsiti menjadi kabar yang sekaligus membawa duka dan kepastian bagi keluarga. Perempuan berusia 49 tahun itu termasuk satu dari 12 korban KM Virgo Transport 8 yang berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI Polda Kalimantan Selatan bersama Mabes Polri pada Jumat (2/10/2026).
Dalam rilis DVI tersebut, Marsiti tercatat sebagai korban asal Banjarnegara, Jawa Tengah. Dengan tambahan 12 identifikasi tersebut, sebanyak 63 dari 80 jenazah yang telah diterima Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin berhasil dikenali. Sebanyak 17 jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi. :chatgpt-content-reference{index="2"}
Isak Tangis Saat Ambulans Tiba
Suasana duka semakin terasa ketika ambulans yang membawa jenazah Marsiti tiba di halaman rumah keluarga. Tangis keluarga dan kerabat pecah setelah penantian panjang sejak tragedi KM Virgo Transport 8 terjadi di Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026).
Keluarga sebelumnya harus menunggu kepastian mengenai keberadaan Marsiti dan suaminya, Muhamad Pondi. Keduanya diketahui berangkat dari Banjarnegara menuju Surabaya sebelum melanjutkan perjalanan ke Banjarmasin dan tercatat sebagai penumpang KM Virgo Transport 8.
Keberadaan keduanya sempat menjadi perhatian karena keluarga melaporkan bahwa pasangan tersebut belum diketahui nasibnya setelah kapal mengalami kecelakaan. Pada 13 September 2026, keluarga Banjarnegara memang mencari informasi mengenai Muhamad Pondi dan Marsiti yang diduga menjadi penumpang kapal rute Surabaya-Banjarmasin tersebut. :chatgpt-content-reference{index="3"}
Marsiti Telah Teridentifikasi, Pondi Masih Menjadi Penantian
Bagi keluarga, kepastian identitas Marsiti menghadirkan dua perasaan sekaligus. Di satu sisi, keluarga akhirnya mendapatkan kepastian mengenai salah satu anggota keluarganya. Namun di sisi lain, penantian belum berakhir karena Muhamad Pondi hingga perkembangan terakhir masih termasuk korban yang belum ditemukan.
Setiawan, perwakilan keluarga, menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah melakukan pencarian sejak tragedi tersebut terjadi.
“Pihak keluarga sangat berterima kasih atas kerja tim SAR gabungan yang telah berjibaku sekuat tenaga dalam misi pencarian korban tragedi KM Virgo Transport 8, sehingga salah satu keluarga kami dapat ditemukan,” ujar Setiawan.
Menurut Setiawan, keluarga masih menyimpan harapan agar Muhamad Pondi segera ditemukan dan identitasnya dapat dipastikan.
“Kami sangat berharap satu lagi keluarga kami, Muhamad Pondi, segera ditemukan dan teridentifikasi,” katanya.
Setiawan juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran Jasa Raharja dan Jasa Raharja Putera yang disebut telah datang menemui keluarga korban.
“Sekali lagi kami berharap kakak kami atas nama Muhamad Pondi segera dapat ditemukan,” ujar Setiawan penuh harapan.
Tragedi Virgo: 80 Korban Meninggal, 55 Masih Dicari
KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin pada 13 September 2026. Kapal tersebut membawa 243 orang berdasarkan manifes, terdiri dari penumpang dan awak kapal. Kapal dilaporkan menghadapi cuaca buruk sebelum mengalami kemiringan atau listing dan kemudian kehilangan kontak. :chatgpt-content-reference{index="4"}
Memasuki hari ke-20 operasi SAR pada Jumat (2/10/2026), Basarnas mencatat 108 orang telah ditemukan dalam keadaan selamat, 80 orang meninggal dunia, sedangkan 55 orang lainnya masih dalam pencarian. Operasi pencarian terus dilakukan, termasuk penyisiran wilayah perairan dan pesisir Kalimantan. :chatgpt-content-reference{index="5"}
Tim SAR sebelumnya juga menghadapi kendala dalam melakukan penyelaman di badan kapal. Posisi kapal yang tidak stabil menjadi salah satu faktor yang menyulitkan proses pencarian. Pada perkembangan terbaru, metode penyelaman dievaluasi sementara pencarian di permukaan tetap dilakukan. :chatgpt-content-reference{index="6"}
Penantian Keluarga Belum Berakhir
Di tengah kepastian yang telah diterima keluarga Marsiti, satu nama masih menjadi penantian di rumah keluarga Binorong: Muhamad Pondi.
Perjalanan keluarga menghadapi tragedi KM Virgo Transport 8 belum sepenuhnya selesai. Jenazah Marsiti telah berhasil diidentifikasi dan dipulangkan, tetapi keluarga masih menunggu kabar mengenai Pondi.
Bagi keluarga, pencarian bukan semata tentang angka dalam daftar korban. Di balik setiap nama terdapat keluarga yang menunggu kepastian, termasuk keluarga Pondi yang hingga kini masih berharap agar pencarian terus dilakukan sampai keberadaan anggota keluarganya diketahui.
Redaksi MitraBhayangkara.my.id akan terus memantau perkembangan proses pencarian dan identifikasi korban KM Virgo Transport 8, khususnya Muhamad Pondi asal Binorong, Banjarnegara.
Reporter: Redho Fitriyadi
Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak yang berkepentingan.




