Banjarbaru , Kalimantan Selatan, Mitra Bhayangkara, My, Id — Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Selatan, khususnya kawasan Landasan Ulin, Banjarbaru, terus ditingkatkan. Tim gabungan yang terdiri dari Polres Banjarbaru, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, serta para relawan dikerahkan langsung ke lapangan guna memadamkan titik api dan mengantisipasi pemukiman warga dari bahaya sebaran api.
KBP Eko Irianto menyampaikan bahwa penanganan karhutla dilakukan secara intensif mengingat kondisi cuaca kemarau ekstrem yang minim curah hujan di wilayah Kalimantan Selatan.
"Tim dari Polres Banjarbaru, BPBD, Manggala Agni, dan rekan-rekan relawan bersinergi melakukan pemadaman siang dan malam guna memastikan api tidak merembet ke kawasan pemukiman masyarakat. Sesuai arahan Bapak Kapolda Kalsel, kami berkomitmen untuk terus siaga dan mengantisipasi potensi timbulnya titik api baru," ujar KBP Eko Irianto di lokasi penanganan bencana.
Berdasarkan pendataan hingga tanggal 19, tercatat sebanyak 461 titik api (hotspot) di wilayah Kalimantan Selatan secara umum, dengan 106 titik api di antaranya terdeteksi di wilayah Banjarbaru. Seluruh titik api tersebut telah menjadi fokus penanganan tim pemadam gabungan.
Menanggapi situasi ini, pihak kepolisian menegaskan imbauan keras kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya pemilik lahan dan pekarangan:
Dilarang Membakar Lahan: Masyarakat yang hendak membuka lahan atau berkebun diminta untuk tidak menggunakan cara pembakaran.
Waspada Dampak Luas: Pembakaran lahan di musim kering sangat berpotensi merembet tidak terkendali, membahayakan pemukiman, serta merugikan masyarakat luas.
Sinergi Pencegahan: Pihak kepolisian bersama tim gabungan akan terus melakukan pemantauan dan pemadaman di titik-titik rawan karhutla secara berkelanjutan.
Humas Kepolisian / Tim Penanganan Karhutla Banjarbaru / Mubarak
