Semarang | MitraBhayangkara.my.id – Sebanyak 50 paket sembako dibagikan Polres Semarang kepada pengemudi ojek online (ojol) dan angkutan umum di depan Benteng Willem II, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (19/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Humas Polri ke-75 yang mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Menjaga Reputasi Polri”.
Di balik aksi sosial tersebut, terdapat pesan penting yang patut menjadi perhatian publik: reputasi kepolisian bukan hanya dibangun melalui kegiatan seremonial dan penyampaian informasi, melainkan juga melalui kualitas pelayanan, keterbukaan informasi, serta kepercayaan masyarakat yang dipelihara secara konsisten.
Berdasarkan keterangan resmi Polres Semarang, kegiatan tersebut dipimpin Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo, S.I.K., M.Si., didampingi Wakapolres Kompol Wahdah Maulidiawati, S.H., S.I.K., M.H., serta sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Semarang.
Sebanyak 50 paket sembako disalurkan kepada para pengemudi yang melintas di lokasi. Mereka merupakan kelompok pekerja transportasi yang setiap hari beraktivitas di jalan untuk mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan keluarga.
Bantuan tersebut dimaksudkan sebagai bentuk kepedulian Polri sekaligus upaya mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.
HUT Humas Polri ke-75: Bukan Sekadar Seremonial
Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Humas Polri ke-75 sekaligus wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, sebagai wujud Polisi selalu hadir dan bersama masyarakat. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat memberikan manfaat dan menjadi bentuk kepedulian Polres Semarang kepada para pengemudi yang setiap hari beraktivitas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar AKBP Heru.
Menurutnya, peran Humas Polri tidak hanya berkaitan dengan penyampaian informasi kepada publik. Fungsi kehumasan juga memiliki peran strategis dalam membangun komunikasi, mempererat kedekatan, dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Kapolres menegaskan bahwa kepercayaan publik merupakan bagian penting dalam pelaksanaan tugas Polri.
“Tema Polisi bersama masyarakat menjaga reputasi Polri menjadi pengingat bahwa kepercayaan masyarakat merupakan bagian penting dalam pelaksanaan tugas Polri. Untuk itu, kami akan terus membangun komunikasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.
Pernyataan tersebut menempatkan kepercayaan publik sebagai salah satu pesan utama peringatan tahun ini. Namun, kepercayaan tidak cukup dibangun melalui slogan atau kegiatan sosial semata. Masyarakat juga menilai institusi kepolisian dari pengalaman mereka ketika membutuhkan perlindungan, pelayanan, kepastian hukum, dan penanganan pengaduan.
Karena itu, kegiatan pembagian sembako dapat menjadi salah satu bentuk pendekatan sosial, tetapi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan komunikasi publik.
50 Paket Sembako untuk Pengemudi: Apa Maknanya bagi Masyarakat?
Pengemudi ojek online dan angkutan umum memiliki peran penting dalam mobilitas masyarakat. Aktivitas mereka berlangsung di jalan raya, menghadapi dinamika lalu lintas, serta berinteraksi langsung dengan berbagai lapisan masyarakat.
Penyaluran bantuan kepada kelompok tersebut memperlihatkan upaya Polres Semarang menjangkau masyarakat melalui kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.
Meski demikian, informasi yang tersedia dalam keterangan kegiatan ini masih terbatas pada jumlah paket bantuan, kelompok penerima, lokasi penyaluran, dan pernyataan pejabat kepolisian.
Belum terdapat rincian mengenai nilai setiap paket, sumber anggaran atau pembiayaan, kriteria penerima, maupun mekanisme penentuan penerima bantuan.
Ketiadaan rincian tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya persoalan. Namun, informasi tambahan akan membantu publik memahami pelaksanaan kegiatan secara lebih utuh.
Transparansi mengenai kegiatan sosial, termasuk apabila menggunakan anggaran kedinasan, merupakan bagian dari praktik komunikasi publik yang baik. Informasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan akan membantu memperkuat kredibilitas pemberitaan sekaligus kepercayaan masyarakat.
Dalam konteks ini, pertanyaan mengenai sumber pembiayaan dan mekanisme penyaluran merupakan ruang pendalaman jurnalistik, bukan tuduhan adanya penyimpangan.
Menjaga Reputasi Polri Harus Berjalan Bersama Keterbukaan Informasi
Tema Hari Jadi Humas Polri ke-75 menempatkan hubungan antara polisi dan masyarakat sebagai bagian penting dalam menjaga reputasi institusi.
Dalam praktik jurnalistik, reputasi publik tidak cukup dinilai dari banyaknya kegiatan sosial yang dilaksanakan atau informasi positif yang disebarluaskan. Aspek lain yang relevan meliputi ketepatan informasi, keterbukaan terhadap pertanyaan publik, kecepatan memberikan klarifikasi, serta kesediaan menanggapi kritik secara profesional.
Humas kepolisian memiliki posisi strategis dalam menjembatani kebutuhan informasi masyarakat dengan institusi kepolisian. Informasi yang akurat dan mudah diakses membantu publik memahami tindakan kepolisian sekaligus mengurangi risiko berkembangnya kabar yang tidak terverifikasi.
Pada saat yang sama, pers memiliki fungsi menyampaikan informasi, melakukan verifikasi, serta mengawasi kepentingan publik secara profesional dan independen.
Hubungan antara kepolisian dan media karena itu idealnya dibangun melalui keterbukaan, penghormatan terhadap independensi jurnalistik, serta komunikasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Kepercayaan masyarakat tidak dapat dibentuk secara instan. Kepercayaan tumbuh melalui konsistensi tindakan, kualitas pelayanan, dan kesesuaian antara pernyataan resmi dengan praktik di lapangan.
Kapolres Ajak Masyarakat Menjaga Kamtibmas
Selain membagikan bantuan sosial, Kapolres Semarang mengajak masyarakat untuk mempererat komunikasi dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Semarang.
“Mari saling jaga komunikasi, saling menghormati dan bersama-sama menciptakan Kabupaten Semarang yang aman, nyaman dan kondusif,” pungkasnya.
Ajakan tersebut menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan yang aman. Pengemudi transportasi umum dan ojol, sebagai kelompok yang banyak beraktivitas di ruang publik, juga dapat menjadi mitra masyarakat dalam membangun kepedulian terhadap situasi di sekitarnya.
Namun, tanggung jawab menjaga kamtibmas tetap harus berjalan sesuai peran masing-masing. Masyarakat dapat berpartisipasi secara wajar, sedangkan penegakan hukum dan pelaksanaan kewenangan kepolisian harus tetap mengikuti ketentuan yang berlaku.
Bagi Polres Semarang, momentum HUT Humas Polri ke-75 ini dapat menjadi kesempatan untuk terus membuktikan bahwa komunikasi yang baik harus berjalan beriringan dengan pelayanan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Pewarta: 75




