Banjarbaru Kalimantan Selatan Mitra Bhayangkara, My, Id - Warga Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di kawasan danau bekas galian belakang Gudang Arang, Jalan Kong Ex, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kamis dini hari (15/10/2026) sekitar pukul 01.30 Wita.
Korban diketahui bernama Tarmiji (36), seorang petani sekaligus pencari burung asal Desa Gambut Ujung, Kabupaten Banjar.
Diduga kuat, korban tewas akibat tenggelam setelah terjebak di dasar danau berlumpur saat berusaha mengambil hasil buruannya.
Peristiwa ini dikonfirmasi oleh Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda melalui Kasi Humas Ipda Kardi Gunadi. Ia menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika korban pamit meninggalkan rumah pada Rabu (14/10/2026) pukul 11.00 Wita untuk berburu burung.
"Hingga pukul 20.00 Wita, korban tak kunjung pulang ke rumah. Khawatir dengan keselamatan korban, rekan korban (Saksi 1) lantas menghubungi pihak keluarga dan berinisiatif melakukan pencarian ke lokasi tempat korban biasa berburu," ujar Ipda Kardi Gunadi saat dikonfirmasi, Kamis (15/10/2026).
Setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekitar pukul 22.00 Wita, para saksi menemukan sepeda motor milik korban terparkir tidak jauh dari bibir danau, disusul tas milik korban yang berada di dekat air.
Karena korban tidak kunjung ditemukan, pencarian diperluas dengan meminta bantuan warga dan relawan. Sekitar pukul 01.20 Wita, ipar korban (Saksi 2) yang ikut dalam pencarian memutuskan menceburkan diri ke danau dan meraba dasar air menggunakan kaki.
"Saksi merasakan ada sesuatu di dasar danau dengan kedalaman sekitar 1,5 meter. Setelah dicek bersama rekan korban, tubuh korban berhasil diangkat ke permukaan dan langsung dievakuasi," tambahnya.
Petugas kepolisian yang mendatangkan Tim Identifikasi ke rumah duka langsung melakukan pemeriksaan luar terhadap jasad korban.
Berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan medis sementara, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.
Kondisi tubuh korban sendiri sudah mengeras dengan estimasi waktu kematian di atas enam jam, serta didapati adanya cairan bercampur darah yang keluar dari bagian hidung korban.
Sementara itu, korban ditemukan mengenakan pakaian lengkap berupa kaos loreng hijau cokelat dan celana jeans hitam, beserta atribut buruan lainnya yang dipastikan milik korban tanpa ada barang yang hilang.
Dari analisis di lapangan, lokasi penemuan berjarak sekitar 2 kilometer dari jalan utama dan hanya dapat diakses dengan berjalan kaki. Polisi menduga, korban sempat menembak burung buruan yang jatuh ke dalam danau, namun terjebak di dasar perairan yang memiliki struktur lumpur isap hingga akhirnya tenggelam.
Pihak keluarga korban menyatakan telah menerima musibah tersebut dengan ikhlas dan menolak untuk dilakukan visum maupun otopsi di rumah sakit.
"Keluarga korban membuat surat pernyataan resmi penolakan visum dan otopsi, serta meminta jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk segera dimakamkan," tuntasnya. (Humas/Mubarak)




