Antisipasi Karhutla di Lahan Gambut Kapolres Bengkayang Cek Sekat Kanal dan Sumur Bor


Bengkayang Kalimantan Barat // Mitrabhayangkara.my.id – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan Polres Bengkayang, Kalimantan Barat. Salah satunya dengan memastikan ketersediaan air dan kelembapan lahan gambut tetap terjaga.


Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab, S.Sos., S.I.K., turun langsung mengecek sekat kanal dan sumur bor di Dusun Sumbawa, Desa Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Sabtu (19/9/2026).


Pengecekan dilakukan untuk memastikan sekat kanal berfungsi dengan baik dalam menahan dan mengatur aliran air di kawasan gambut.


Sekat kanal memiliki peran penting dalam menjaga tinggi muka air sehingga lahan gambut tetap lembap. Kondisi gambut yang terlalu kering dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran dan membuat api lebih sulit dikendalikan.


“Pengecekan ini penting untuk memastikan sekat kanal benar-benar berfungsi. Kami ingin air tetap terjaga sehingga lahan gambut tidak mudah kering dan terbakar,” ujar Kapolres.


Selain memeriksa kondisi sekat kanal, Kapolres bersama rombongan juga memastikan tidak terdapat kerusakan atau kebocoran yang dapat menyebabkan air keluar dan menurunkan kelembapan lahan.


Jika ditemukan bagian yang rusak, perbaikan dapat dilakukan secepatnya agar fungsi sekat kanal dalam menjaga kelembapan lahan tetap optimal.


Tak berhenti di situ, Kapolres Bengkayang juga mengecek sumur bor yang berada di kawasan tersebut. Sumur bor disiapkan sebagai salah satu sumber air pendukung dalam menghadapi potensi Karhutla.


Ketersediaan sumber air menjadi bagian penting dalam kesiapsiagaan, terutama ketika kebakaran terjadi di kawasan yang sulit mendapatkan sumber air untuk proses pemadaman.


“Selain pencegahan, kita juga harus menyiapkan sarana apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran. Sumur bor ini diharapkan dapat menjadi sumber air yang bisa dimanfaatkan untuk mempercepat penanganan dan mencegah api meluas,” kata AKBP Syahirul Awab.


Dalam kegiatan tersebut, Kapolres didampingi Kabagops, Kapolsek Sungai Raya, Kasat Samapta, Kasat Intelkam, Kasat Polair, Kanit Reskrim Polsek Sungai Raya, personel Manggala Agni serta personel Polsek Sungai Raya.


Menurut Syahirul, penanganan Karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman ketika api sudah muncul. Pencegahan harus dilakukan dengan menjaga kondisi lahan sekaligus memastikan kesiapan sumber daya di lapangan.


Upaya menjaga kelembapan lahan melalui sekat kanal juga menjadi bagian dari pembasahan kembali atau rewetting lahan gambut. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi kerentanan kawasan gambut terhadap kebakaran, khususnya saat musim kemarau.


“Prinsipnya, jangan menunggu api muncul. Kita cegah dari sekarang dengan menjaga kelembapan lahan, memastikan sumber air tersedia dan melakukan pemantauan secara berkala,” pungkasnya.


Polres Bengkayang mengajak masyarakat turut menjaga kawasan gambut dan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun kondisi yang berpotensi memicu Karhutla. Pencegahan bersama dinilai menjadi kunci untuk melindungi lingkungan dan masyarakat dari dampak kebakaran.


Humas  Polres Bengkayang 

Pewarta: Budiman 

Post a Comment

Selamat Datang

To be published, comments must be reviewed by the administrator *

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1