BANGKALAN, MitraBhayangkara.my.id — Di tengah menjamurnya warung kopi yang identik dengan obrolan santai, Shiva Coffee justru memilih menghadirkan aktivitas yang mengasah konsentrasi dan sportivitas. Pada Minggu (30/8/2026), warung kopi yang berada di Jalan Murlorong, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, menggelar lomba catur se-Kabupaten Bangkalan.
Bukan sekadar pertandingan untuk memperebutkan hadiah, kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda tahunan Shiva Coffee dalam memeriahkan momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia setiap bulan Agustus.
Lomba dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dan berlangsung hingga pukul 16.00 WIB. Para peserta beradu strategi di atas papan catur sebelum akhirnya tiga nama keluar sebagai peraih posisi terbaik.
Abd Rahman dari Pejegen, Bangkalan, berhasil merebut juara pertama. Posisi kedua diraih Fahri dari Burneh, sedangkan Nanang asal Bancaran, Bangkalan, menempati posisi ketiga.
Ketiganya memperoleh piagam penghargaan serta uang tunai sebagai bentuk apresiasi atas prestasi mereka.
Warkop Tak Sekadar Tempat Ngopi
Kegiatan tersebut menarik perhatian karena menempatkan warung kopi bukan hanya sebagai tempat berkumpul, tetapi juga sebagai ruang interaksi masyarakat melalui kegiatan positif.
Pemilik Shiva Coffee, Reefan, hadir di tengah pelaksanaan pertandingan. Kehadiran Camat Burneh dan tokoh masyarakat turut memberikan warna tersendiri terhadap kegiatan yang digelar bertepatan dengan rangkaian peringatan kemerdekaan.
Reefan mengatakan kegiatan berlangsung aman dan lancar.
“Alhamdulillah kegiatan yang kami selenggarakan pada hari ini berjalan dengan lancar, aman dan nyaman,” kata Reefan.
Menurut dia, kegiatan semacam ini memang menjadi agenda yang diupayakan Shiva Coffee setiap bulan Agustus.
“Kegiatan-kegiatan setiap bulan Agustus pasti ada. Mungkin hanya ada di warkop kami ini. Saya bersama teman-teman Shiva Coffee tahun depan insyaallah akan adakan yang lebih besar lagi daripada tahun ini,” ujarnya.
Dari Papan Catur ke Ruang Sosial
Jika dilihat lebih jauh, lomba catur tersebut memperlihatkan bagaimana ruang usaha berbasis komunitas dapat mengambil peran dalam menciptakan aktivitas sosial di tingkat lokal.
Catur sendiri bukan sekadar permainan yang menentukan menang-kalah. Permainan ini membutuhkan konsentrasi, kemampuan membaca situasi, menyusun strategi, serta mengambil keputusan secara terukur.
Karena itu, penyelenggaraan kompetisi catur di ruang publik seperti warung kopi dapat menjadi alternatif kegiatan komunitas yang mempertemukan warga dari berbagai wilayah dalam suasana kompetitif namun tetap sportif.
Shiva Coffee pun menyatakan komitmennya untuk menggelar kegiatan serupa pada momentum Agustus tahun berikutnya dengan skala yang lebih besar.
Bagi para pemenang, kompetisi tersebut ditutup dengan penyerahan piagam dan uang tunai pada sore hari. Namun bagi penyelenggara dan peserta, kegiatan itu sekaligus menjadi catatan bahwa semangat kemerdekaan dapat dirayakan melalui kegiatan sederhana yang mempertemukan masyarakat dalam suasana positif.
Pewarta: Redho




