MitraBhayangkara.my.id | Samosir – Pemerintah Kabupaten Samosir resmi memulai pembangunan gedung Catheterization Laboratory (Cathlab) di RSUD Hadrianus Sinaga melalui prosesi peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia Benyamin Paulus Octavianus, bersama Bupati Samosir Vandiko T. Gultom dan Direktur Dekonsentrasi, Tugas Pembantuan dan Kerja Sama Kementerian Dalam Negeri Elfin Elyas, Rabu (22/07/2026).
Pembangunan fasilitas kesehatan tersebut menjadi salah satu proyek strategis daerah yang dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Kesehatan dengan nilai anggaran mencapai lebih dari Rp1,49 miliar.
Kehadiran fasilitas Cathlab diharapkan mampu meningkatkan pelayanan penyakit jantung bagi masyarakat Kabupaten Samosir sehingga pasien tidak lagi harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah.
Namun demikian, di balik optimisme pembangunan tersebut, terdapat aspek yang tidak kalah penting untuk mendapat perhatian publik, yakni pengawasan terhadap penggunaan anggaran negara, mutu pekerjaan konstruksi, hingga pengadaan peralatan medis yang nantinya akan melengkapi gedung tersebut.
Proyek Strategis Harus Terbuka dan Akuntabel
Sebagai proyek yang menggunakan dana publik, pembangunan Cathlab tidak hanya dituntut selesai tepat waktu, tetapi juga wajib memenuhi prinsip transparansi, akuntabilitas, efektivitas, dan efisiensi sebagaimana semangat tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).
Masyarakat memiliki hak untuk mengetahui proses pembangunan tersebut, mulai dari:
- nilai kontrak;
- perusahaan pelaksana;
- konsultan pengawas;
- spesifikasi teknis bangunan;
- target penyelesaian pekerjaan;
- hingga proses pengadaan alat kesehatan yang akan digunakan.
Keterbukaan informasi tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, yang menjamin hak masyarakat memperoleh informasi mengenai penggunaan keuangan negara.
Dengan keterbukaan tersebut, kepercayaan masyarakat terhadap pembangunan sektor kesehatan akan semakin meningkat sekaligus meminimalkan potensi penyimpangan.
Cathlab Menjadi Harapan Baru Pelayanan Jantung
Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan bahwa pembangunan Cathlab merupakan kebutuhan yang telah lama dinantikan masyarakat.
Menurutnya, sebelumnya RSUD Hadrianus Sinaga juga telah memperoleh bantuan pembangunan ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) dari Kementerian Kesehatan.
Pemerintah Kabupaten Samosir berharap setelah gedung Cathlab selesai dibangun, pemerintah pusat juga dapat memberikan dukungan berupa pengadaan alat kesehatan sehingga pelayanan penyakit jantung dapat berjalan secara optimal.
Selain itu, Pemkab Samosir mengklaim berhasil mempertahankan Universal Health Coverage (UHC) selama tiga tahun berturut-turut dengan tingkat kepesertaan BPJS Kesehatan mencapai 99,8 persen.
Sebagai daerah tujuan wisata nasional yang dikunjungi sekitar 2,4 juta wisatawan, keberadaan fasilitas kesehatan modern dinilai menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda.
Bupati juga mengusulkan pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas), penambahan Puskesmas di kawasan Tele, serta dukungan peralatan medis bagi Puskesmas Ambarita.
Pemerintah Pusat Targetkan Selesai Tahun Ini
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Kesehatan RI Benyamin Paulus Octavianus menegaskan bahwa pembangunan Cathlab merupakan bagian dari keberlanjutan program pembangunan kesehatan nasional.
Selain pembangunan rumah sakit, pemerintah juga memprioritaskan penanganan penyakit jantung, kanker, stroke, gagal ginjal, percepatan eliminasi Tuberkulosis (TB), serta Program Cek Kesehatan Gratis sebagai upaya preventif.
Wamenkes juga mengungkapkan bahwa RSUD Hadrianus Sinaga termasuk dalam daftar sekitar 400 rumah sakit daerah di Indonesia yang akan direnovasi oleh Kementerian Kesehatan.
Ia menargetkan pembangunan gedung Cathlab selesai pada tahun 2026 sehingga dapat mulai beroperasi pada tahun berikutnya.
"Saya akan memantau langsung progres pembangunannya sehingga tahun depan masyarakat Samosir tidak perlu lagi dirujuk keluar daerah untuk mendapatkan pelayanan jantung," tegasnya.
Pengawasan Publik Menjadi Kunci
Pengamat tata kelola pemerintahan menilai bahwa keberhasilan pembangunan fasilitas kesehatan tidak hanya diukur dari berdirinya bangunan fisik, tetapi juga dari kualitas pekerjaan, kelengkapan peralatan medis, kesiapan sumber daya manusia, serta manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
Karena menggunakan dana negara, seluruh tahapan proyek seyogianya dapat diawasi bersama oleh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Aparat Penegak Hukum (APH), media massa, maupun masyarakat.
Pengawasan sejak dini justru menjadi langkah preventif agar pembangunan berjalan sesuai ketentuan dan terhindar dari praktik penyimpangan anggaran.
Karena itu, pembangunan Cathlab RSUD Hadrianus Sinaga diharapkan tidak hanya menjadi simbol pembangunan fisik, tetapi juga menjadi contoh pelaksanaan proyek pemerintah yang bersih, transparan, berkualitas, dan bebas dari praktik penyimpangan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Samosir.
(Andi Naibaho)
