Labuhan batu, Sumatera Utara MitraBhayangkara.my.idKetenangan masyarakat Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara kini makin terusik pasca sejumlah nama gembong narkotika masih bebas menjajakan barang terlarang tanpa tersentuh hukum. Hal ini pun menimbulkan tanda tanya besar di masyarakat luas. Hingga saat ini, sejumlah nama yang dituding sebagai dalang dibalik peredaran narkotika itu telah dikantongi Polres Labuhan Batu, Rabu (22/7/2026).
Ironisnya, tak satupun dari sejumlah sosok yang disorot publik berhasil diamankan kepolisian setempat. Sejauh ini, Polres Labuhan Batu baru berhasil membakar barak narkotika yang kadung viral dan terlanjur disorot masyarakat se-Nusantara.
Siti Mawarni (bukan nama sebenarnya) menggambarkan begitu masifnya musuh generasi bangsa bertumbuh subur dan luput dari bidikan aparat penegak hukum. Betapa tidak, peredaran narkoba di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhan Batu Utara memunculkan sejumlah nama yang digadang-gadang sebagai aktor peredaran narkotika yang terkesan kebal hukum.
Terduga bandar narkoba berinisial SDM alias Brewok, warga Labuhan Haji, Kecamatan Kualuh Hulu tidak seorang diri. Ia bersama tiga orang rekanannya berhasil mengkecoh Polres Labuhan Batu. Adapun ketiga anggotanya itu berinisial SAN yang merupakan warga Kampung Banjar dan IRK Dusun Kampung Limpul, ZUL Dusun Tanjung Sari.
Informasi dihimpun, ketiga kaki tangan terduga bandar tersebut bertugas mengedarkan barang haram ditengah masyarakat. Fenomena di Kabupaten Labuhan Batu, mengenai maraknya peredaran narkotika memunculkan ragam pertanyaan publik tentang kinerja kepolisian setempat dan fungsi pengawasan dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Labuhan Batu dalam menekan peredaran narkotika yang mengancam generasi bangsa.
Tidak adanya kinerja kepolisian yang menunjukkan hasil yang maksimal dilapangan, memicu masyarakat untuk bertindak sendiri melakukan penggrebekan secara mandiri tanpa bantuan Aparat Penegak Hukum.
Baru-baru ini, warga Lingkungan II, Kampung Baru, Kelurahan Aek Kanopan Timur, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhan batu Utara, seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berhasil mengabadikan betapa masifnya peredaran narkotika di lingkungan masyarakat yang mengancam keberlangsungan hidup masyarakat luas. Tampak dengan jelas sejumlah pria diduga menghisap narkoba jenis sabu. Tidak hanya itu, ibu paruh baya itu juga mengutarakan sosok dibalik peredaran narkoba terduga bandarnya bernama UKI dan KIKI.
Kekhawatiran masyarakat Labuhan Batu kerap diluapkan di media sosial (medsos). Fenomena itu terjadi dalam kurun waktu dua bulan belakangan ini. Kritik keras juga dilontarkan oleh seorang wanita paruh baya yang belum diketahui namanya menuturkan, puluhan tahun pemukimannya di lorong 6, Kelurahan Aek Kanopan Timur, Kecamatan Kualuh Hulu, Labuhan Batu Utara marak peredaran narkoba layaknya menjual seperti kacang goreng.
”Apanya kerja polisi ini tak bisa membasmi kejahatan. Begitulah pemerintahan ini tak bisa memberantas sabu dan judi online tak bisa mengendalikan, apa tugas polisi di Aek Kanopan ini,” pekiknya.
Kekhawatiran warga ini dipertegas lagi dengan adanya seorang pria diduga menghisap narkoba di Dusun Montong, Desa Silumajang, Kabupaten Labuhan batu. Dalam video yang beredar memperlihatkan seorang pemuda dan temannya sedang asyik menyalahgunakan narkoba di area kebun sawit.
Dari sederet fenomena kejadian di Labuhan Batu itu, Kapolres Labuhan Batu AKBP Wahyu Endrajaya melalui Kasat Reserse Narkoba AKP Hardiyanto menepis video yang viral. Kepada wartawan, ia berujar bahwa ibu yang viral tersebut sakit hati anaknya ditangkap polisi. Lantas ibu dalam video melakukan penggrebekan ke lokasi barak narkotika.
"Anak ibu itu ditangkap, minta dibebaskan, direhab, padahal anaknya residivis ditangkap ada barang bukti, ya nggak bisa" kata dia. Udah pernah juga anaknya dilapor di Polsek, dilapor anaknya mengedar narkoba katanya. AKP Hardiyanto juga mengatakan persoalan tersebut murni dikarenakan persaingan bisnis narkoba.
Dalam kesempatan yang sama, Hardiyanto mengatakan sejauh ini meski sudah disorot masyarakat se-nusantara bahwa satu pun dari video viral yang menunjukkan sejumlah pengguna narkotika yang wajahnya jelas terlihat belum ada diamankan.
"Belum ada diamankan, karena terus viral, jadi lari semua. Tunggulah pulang kerumah masing-masing dulu, nanti tinggal jemput satu-satu," kata dia beralasan. AKP Hardiyanto mengatakan belum cukup bukti bagi pihaknya untuk menangkap terduga bandar UKI yang viral kemarin dan menjadi sorotan publik.
"Kita sharing lah dulu kalau kami tangkap si UKI dasarnya apa?" ujar AKP Hardiyanto. Disinggung, bahwa ada sejumlah pengguna narkotika yang wajahnya terlihat jelas dan nama bandarnya juga turut dibeberkan apakah belum cukup untuk dilakukan atau dimulainya penyelidikan?
"Insya Alloh, nanti selepas 1 Juli (HUT Bhayangkara), kita akan kembali mengejar semuanya. Akan kita tangkap. Doakanlah ya," tutupnya saat itu. Dipertanyakan ulang kepada AKP Hardiyanto mengenai sejumlah nama gembong narkotika yang sempat disorot masyarakat luas, kali ini ia menjawab dengan meminta doa dan dukungan masyarakat.
"Kita maksimal kan lagi, bantu doanya ya," jawabnya singkat, Kamis (16/7/2026). Desakan dari Legislator Partai PDIP Tak Digubris, Dianggap Angin Lalu?
Sekretaris Komisi A DPRD Sumatera Utara, Henry Dumanter Tampubolon turut menyoroti gejolak yang terjadi di Labuhan batu. Ia mendorong aparat penegak hukum segera bertindak. Politisi kawakan PDI Perjuangan itu justru mendukung tindakan emak-emak yang menggerebek barak narkoba sendirian di wilayahnya.
Bahkan dengan tegas wakil rakyat itu mengapresiasi ibu-ibu yang telah viral di publik. Dia pun mendorong masyarakat lain untuk melakukan hal yang sama jika mengetahui ada peredaran narkoba di lingkungannya.
“Saya apresiasi ibu tersebut dan selanjutnya mendorong seluruh warga negara dan masyarakat melakukan hal yang sama bila mengetahui ada peredaran narkoba di wilayahnya,” tegas Henry.
Ia juga meminta Kapolda Sumut Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto dan Kapolres Labuhan batu AKBP Wahyu Endrajaya untuk berlomba lomba dalam pemberantasan narkoba di Sumatera Utara, khususnya di Kabupaten Labuhan batu.
Selain itu, Henry juga meminta Kepala BNN Sumatera Utara, Brigjen Pol. Tatar Nugroho, dan Kepala BNNK Labuhan batu, Muhammad Hendro untuk berlomba lomba dalam pemberantasan narkoba di wilayahnya.
”Saya minta Kapolda Sumut, Kapolres Labuhan batu maupun BNN Provinsi Sumut dan BNNK kabupaten Labuhan batu berlomba lomba dalam pemberantasan narkoba. Seperti kita ketahui bersama saat ini Labuhan batu marak dengan peredaran narkoba sampai ada lagu yang viral dan menyindir peredaran narkoba di Labuhan batu,” pungkas Henry mantan anggota DPRD Deliserdang dua periode itu.
Ia menegaskan dan meminta Kapolda Sumut dan Kepala BNN Provinsi Sumut, kedepan bila peredaran narkoba tidak dapat ditekan di Kabupaten Labuhan batu dan wilayah kerja lain agar mengevaluasi Kapolres Labuhan batu dan Kepala BNNK Labuhan batu.
“Saya minta kepada pak Kapolda Sumut dan Kepala BNN Sumut untuk kedepannya agar mengevaluasi kinerja Kapolres dan Kepala BNNK, sangat berkaitan dengan kemampuan menurunkan peredaran narkoba disana,” tutupnya.
(Tim,/ Junianto Marbun).

