BENGKAYANG Kalimantan Barat - // Mitrabhayangkara.my.id–Sebagai wujud tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap lingkungan, PT Patiware menggelar sosialisasi Program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG) di 2 kecamatan dan 4 desa di Kabupaten Bengkayang pada Selasa, 23 Juni 2026 hingga Jumat, 26 Juni 2026. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di Desa Pawangi, Kecamatan Capkala; Desa Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan; Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan; dan Desa Rukma Jaya, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan. (30/06/2026)
Program DMPG merupakan salah satu program pencegahan kebakaran lahan terintegrasi dengan kegiatan pemulihan fungsi ekosistem gambut berbasis masyarakat di tingkat desa. Teknik pemulihan fungsi ekosistem gambut dapat dilakukan melalui 3R: Rewetting (pembahasan kembali), Revegetasi (menanam spesies asli), dan Revitalisasi (peningkatan ekonomi masyarakat). Fokus utama inisiasi program, yakni kegiatan Rewetting, PT Patiware mendukung pembangunan sekat kanal di lahan masyarakat yang terindikasi rentan/rawan kebakaran lahan.
Sebelum melakukan sosialisasi, PT Patiware telah melaksanakan kegiatan prakondisi di 4 desa tersebut pada bulan Februari 2026. Kegiatan prakondisi bertujuan untuk melakukan pendekatan awal kepada pemerintah desa setempat dan melakukan groundcheck titik sekat kanal.
Kegiatan sosialisasi DMPG melibatkan Balai Pengelolaan Ekosistem Gambut dan Mangrove (BPEGM) Kota Pontianak Kementerian Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten
Bengkayang, Pemerintah Desa, kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA), kelompok Desa Tanggap Bencana (Destana), Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat setempat, dan supplier PT Patiware.
“Melalui DMPG, kami ingin mencegah karhutla dengan program kelola gambut berbasis masyarakat. Kami mengapresiasi PT Patiware telah menginisiasi sosialisasi Program DMPG di Kabupaten Bengkayang”, ujar Dzulham Affandi selaku Kepala Seksi Pemulihan, BPEGM.
Dalam sambutannya, Hasanudin, Penyuluh Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkayang menyatakan bahwa Kabupaten Bengkayang memiliki tingkat kerentanan karhutla cukup tinggi dan butuh upaya lebih untuk menanggulangi hal tersebut. “Saat ini kita masuk di fase rawan kebakaran lahan dan hutan, khusunya pada bulan ini hingga September 2026. Kami menyambut baik atas kegiatan yang dilakukan oleh PT Patiware pada sosialisasi DMPG ini”, tambah Hasanuddin.
Sementara itu, Kepala Desa Sungai Raya, Darmadi, menyambut baik langkah ini. Ia menilai kehadiran perusahaan dapat menjadi mitra strategis. “Kami mendapatkan panduan yang benar tentang pengelolaan lahan gambut. Terima kasih atas perhatian dan dukungannya, semoga program ini berjalan lancar dan membawa manfaat besar bagi kemajuan Desa,” ucapnya.
Salah seorang warga Desa Sungai Raya sekaligus anggota kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA), Effendi, mengaku mendapatkan wawasan baru yang mengubah cara pandangnya dalam mengelola lahan gambut. “Dulu saya kira gambut harus dikeringkan agar bisa ditanami. Sekarang saya mengerti justru harus dijaga kelembabannya, agar lahan tetap subur dan aman,” ucapnya.
Hayado Tambunan, Estate Manager Patiware 2 menyampaikan bahwa PT Patiware berkomitmen untuk bekerja sama dengan desa terkait pengelolaan ekosistem gambut melalui
Program DMPG. “Tahap awal, kami berencana untuk membangun sekat kanal dan harapan kami program ini bersinergis dalam pencegahan dan penanggulanan karhutla”, ucap Hayado Tambunan.
Selain melakukan sosialisasi DMPG, diwaktu yang sama PT Patiware juga menyepakati titik sekat kanal yang akan dibangun. Kesepakatan ini diketahui oleh BPEGM, Pemerintah Desa, pemilik lahan yang terdampak pembangunan atau berbatasan dengan titik sekat kanal. Harapannya, pembangunan sekat kanal ini dapat menjadi upaya kebakaran lahan dan hutan di Kab. Bengkayang.
“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, pencegahan kebakaran lahan dapat kita lakukan bersama. Terlebih di Karimunting juga sudah ada MPA yang aktif”, ucap Iskandar, Kepala Desa Karimunting.
Melalui kegiatan ini, PT Patiware berharap sinergi dan kolaborasi dengan para pihak ini terus terjalin demi menciptakan lingkungan yang aman dan berkelanjutan, khususnya dalam menghadapi musim kemarau dan potensi kebakaran lahan.
Pewarta : Budiman



