HST Kalsel,MitraBhayangkara.my.id - Polres Hulu Sungai Tengah Polda Kalimantan Selatan bersama Tim Pertamina Patra Niaga Banjarmasin melaksanakan kegiatan monitoring penyaluran BBM subsidi jenis Bio Solar di SPBU Mandingin Kecamatan Barabai dan SPBU Kasarangan Kecamatan Labuan Amas Utara, Jumat (08/05/2026) sore.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 14.30 WITA hingga 17.00 WITA tersebut dilaksanakan sebagai langkah pengawasan guna memastikan penyaluran BBM subsidi berjalan tepat sasaran, aman, tertib, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Tim Sales Branch Manager PT Pertamina Patra Niaga Banjarmasin M. Raja Doly Hutabarat beserta staf, Kabid Pasar Dinas Perdagangan Kabupaten HST Aris Waloyu beserta staf, Kanit Tipidter Satreskrim Polres HST, Kanit Ekonomi Satintelkam Polres HST, personel Polres HST, serta para pengawas SPBU Mandingin, SPBU Kasarangan dan SPBU Jalan Lingkar.
Adapun stok BBM yang tersedia saat monitoring di SPBU Mandingin dengan kode 6371301 yakni Bio Solar sebanyak 8.000 liter, Pertamax 13.966 liter dan Dexlite 6.808 liter. Sedangkan stok BBM di SPBU Kasarangan kode 6371302 terdiri dari Bio Solar 8.000 liter, Pertalite 19.834 liter, Pertamax 15.595 liter dan Pertamina Dex 4.430 liter.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Pertamina Patra Niaga Banjarmasin mengingatkan pihak pengawas SPBU agar melakukan pengawasan ketat terhadap penyaluran BBM subsidi jenis Bio Solar guna mencegah adanya penyalahgunaan maupun pengisian berulang oleh kendaraan yang tidak sesuai ketentuan.
Selain itu, petugas juga menemukan adanya sopir kendaraan yang belum memiliki barcode subsidi BBM serta kendaraan dengan nomor polisi yang tidak sesuai dengan barcode yang digunakan sehingga tidak dapat melakukan pengisian BBM subsidi jenis Bio Solar. Terhadap pengemudi yang belum memiliki barcode, Tim Pertamina Patra Niaga Banjarmasin turut membantu proses pengurusan pembuatan barcode agar dapat digunakan sesuai aturan yang berlaku.
Berdasarkan hasil monitoring, situasi di SPBU Mandingin maupun SPBU Kasarangan terpantau aman dan tertib. Antrean kendaraan masih dalam batas wajar serta tidak ditemukan adanya indikasi panic buying oleh masyarakat.
Saat ini, jumlah SPBU di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah tercatat sebanyak 12 SPBU dan 9 di antaranya menyediakan BBM subsidi jenis Bio Solar.
Kapolres Hulu Sungai Tengah AKBP Jupri JHP Tampubolon, S.I.K., M.Si mengatakan bahwa kegiatan monitoring tersebut merupakan bentuk sinergitas antara Polri, Pertamina dan instansi terkait dalam mengawasi penyaluran BBM subsidi agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
“Monitoring ini dilakukan untuk memastikan distribusi BBM subsidi khususnya Bio Solar berjalan dengan tertib, aman dan tepat sasaran. Kami bersama Pertamina dan instansi terkait akan terus melakukan pengawasan guna mencegah adanya penyalahgunaan maupun praktik yang merugikan masyarakat,” ujar AKBP Jupri JHP Tampubolon, S.I.K., M.Si.
Kapolres HST juga mengimbau kepada masyarakat agar mematuhi aturan dalam penggunaan BBM subsidi serta melengkapi barcode sesuai data kendaraan agar pelayanan di SPBU dapat berjalan lancar dan tertib. (Red)
