Masyarakat sulit memahami siapa yang dimaksud Inisial "K" Kusnadi Merasa Keberatan


Bengkayang,Kalbar – Mitrabhayangkara.my.id - Kusnadi, salah seorang wartawan di Kabupaten Bengkayang, menyampaikan keberatannya atas penggunaan inisial "K" dalam pemberitaan berjudul "Dugaan Keterlibatan Oknum Wartawan: Judi Liungfu Beroperasi di Balik Hiburan Bengkayang" yang beredar di media sosial.


Menurut Kusnadi, penggunaan satu huruf inisial dalam pemberitaan tersebut berpotensi menimbulkan multitafsir di tengah masyarakat. Ia menilai, penyebutan inisial yang terlalu umum dapat mengarah kepada pihak lain yang tidak memiliki kaitan dengan isi pemberitaan.


"Saya keberatan jika hanya disebut inisial K. Di Bengkayang ada lebih dari satu wartawan yang namanya diawali huruf K. Masyarakat bisa saja menafsirkan kepada orang yang berbeda," ujar Kusnadi, Sabtu (31/5/2026).


Ia menjelaskan bahwa apabila media memilih menggunakan inisial untuk menyamarkan identitas seseorang, maka sebaiknya dilakukan secara lebih spesifik agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun dugaan yang mengarah kepada pihak lain.


"Kalau memang ingin menggunakan inisial, sebaiknya dibuat lebih jelas, misalnya dengan beberapa huruf seperti KSD atau bentuk lainnya. Jangan hanya satu huruf karena dapat menimbulkan spekulasi dan merugikan orang yang tidak ada hubungannya dengan pemberitaan tersebut," katanya.


Kusnadi juga menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam kepanitiaan maupun penyelenggaraan acara hiburan yang disebut dalam pemberitaan tersebut. 


Karena itu, ia merasa perlu memberikan klarifikasi agar tidak muncul asumsi yang mengaitkan dirinya dengan informasi yang beredar.


"Saya sendiri bukan bagian dari panitia maupun penyelenggara acara tersebut. Karena itu, saya keberatan apabila penggunaan inisial 'K' menimbulkan dugaan atau persepsi yang mengarah kepada saya," tegasnya.


Menurut Kusnadi, prinsip kehati-hatian dalam jurnalistik sangat penting, terutama dalam pemberitaan yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran hukum atau tuduhan terhadap seseorang. Media, kata dia, harus memperhatikan dampak sosial yang dapat timbul akibat penggunaan identitas yang tidak jelas.


Ia berharap media yang menerbitkan berita tersebut dapat memberikan penjelasan terkait dasar penggunaan inisial "K" agar tidak menimbulkan polemik yang berkepanjangan di kalangan masyarakat maupun insan pers.


Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak media yang menerbitkan berita dimaksud terkait penggunaan inisial "K" dalam pemberitaannya.


Sejumlah kalangan berharap persoalan ini dapat disikapi secara bijak dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah serta prinsip jurnalistik yang akurat, berimbang, dan tidak menimbulkan multitafsir.

Sumber - Rinto

Pewarta: Budiman 

Post a Comment

Selamat Datang

To be published, comments must be reviewed by the administrator *

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1