Semarang, MitraBhayangkara.my.id – Kinerja aparat kepolisian selama pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026 menuai apresiasi langsung dari para pemudik. Kepuasan tersebut dirasakan nyata oleh pengguna jalan tol yang melintas di wilayah Jawa Tengah, khususnya di titik strategis seperti Rest Area KM 429 A Tol Semarang–Solo, Kabupaten Semarang.
Sejumlah pemudik mengungkapkan bahwa perjalanan mereka menjadi lebih lancar dan nyaman setelah memasuki wilayah Jawa Tengah. Kondisi ini tidak lepas dari penerapan rekayasa lalu lintas yang dinilai efektif oleh jajaran Polda Jawa Tengah bersama instansi terkait.
Maulana, pemudik asal Depok tujuan Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengaku sempat terjebak kepadatan di ruas Tol Jakarta–Cikampek. Kepadatan tersebut diduga akibat pertemuan arus kendaraan menuju arah timur. Namun situasi berubah drastis setelah memasuki wilayah Brebes.
“Memang sempat padat di Jakarta–Cikampek, kemungkinan karena pertemuan arus. Tapi setelah masuk Brebes hingga ke sini, perjalanan jauh lebih lancar,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Hal serupa disampaikan Eko, pemudik asal Bogor dengan tujuan Malang, Jawa Timur. Ia menilai kebijakan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) sangat membantu mengurai kepadatan.
“Kami sangat terbantu dengan adanya one way di Jawa Tengah. Perjalanan jadi lebih tertib dan tidak terlalu padat,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya selama arus mudik dan balik Lebaran.
“Kami mengoptimalkan seluruh upaya, mulai dari pengaturan lalu lintas hingga pelayanan di pos pengamanan dan pos pelayanan. Sinergi lintas instansi juga kami perkuat agar perjalanan pemudik aman, nyaman, dan lancar,” tegasnya, Jumat (27/03/2026).
Lebih lanjut dijelaskan bahwa Operasi Ketupat Candi 2026 secara resmi telah berakhir pada 25 Maret 2026. Meski demikian, pengamanan tidak serta-merta dihentikan. Kepolisian kini melanjutkan dengan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) guna mengantisipasi lonjakan arus balik yang masih berlangsung.
“Secara keseluruhan Operasi Ketupat Candi 2026 berjalan lancar dan sukses. Namun pengamanan tetap kami lanjutkan hingga 29 Maret 2026 melalui KRYD sebagai fase transisi dari operasi terpusat menuju kondisi normal, dengan tujuan utama memastikan masyarakat tetap merasa aman dan terlindungi,” pungkas Kapolres.
Keberhasilan ini menjadi indikator kuat bahwa strategi pengamanan dan rekayasa lalu lintas yang diterapkan mampu menjawab tantangan mobilitas tinggi selama musim mudik Lebaran 2026.
(75)

.jpeg)
.jpeg)
