Pontianak,Kalbar,MitraBhayangjara.my.id — Kondisi bahan bakar minyak (BBM) di Kota Pontianak yang disebut “aman” berbanding terbalik dengan fakta di lapangan. Dalam dua hari terakhir, antrean panjang terjadi di sejumlah SPBU dan memicu keresahan masyarakat.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan mengular hingga berjam-jam. Bahkan, sejumlah warga terpaksa menginap di area SPBU demi mendapatkan BBM.
Tak hanya itu, antrean panjang tersebut juga berdampak langsung pada kemacetan di sejumlah ruas jalan. Kendaraan yang mengular hingga keluar area SPBU menyebabkan arus lalu lintas tersendat, bahkan nyaris lumpuh di titik-titik tertentu.
Kondisi ini jelas mengganggu aktivitas masyarakat, mulai dari pekerja, pelajar, hingga distribusi barang dan jasa. Warga mengeluhkan keterlambatan aktivitas harian akibat kemacetan yang dipicu antrean BBM tersebut.
Situasi ini terjadi menjelang hari raya, saat kebutuhan masyarakat meningkat. Kondisi tersebut semakin menimbulkan pertanyaan atas kelancaran distribusi BBM di wilayah Pontianak.
Ketua Monitoring AWI Kota Pontianak, Budi Gautama, menegaskan bahwa indikator ketersediaan BBM harus dilihat dari kondisi nyata di lapangan.
“Kalau BBM benar-benar aman, tidak mungkin terjadi antrean panjang sampai warga menginap. Ditambah lagi sampai menyebabkan kemacetan dan mengganggu aktivitas masyarakat. Ini fakta yang harus dijelaskan,” tegasnya.
Ia menilai, antrean yang terjadi secara merata di sejumlah SPBU menunjukkan adanya persoalan distribusi yang perlu segera dievaluasi.
AWI Kota Pontianak juga mendorong pihak terkait, termasuk Pertamina dan pemerintah daerah, untuk segera mengambil langkah konkret agar kondisi tidak semakin meluas dan tidak terus merugikan masyarakat.
Secara regulasi, distribusi BBM diatur dalam UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi serta Perpres Nomor 191 Tahun 2014 tentang penyaluran BBM bersubsidi.
AWI menegaskan akan terus melakukan pemantauan sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial, guna memastikan masyarakat mendapatkan hak atas akses BBM secara layak.
(Juwono SP)



