Banjarmasin, Kalimantan Selatan, MitraBhayangkara.my.id - 11 Januari 2026 –,Gelombang kemarahan publik terhadap sikap sejumlah anggota DPRD Kota Banjarmasin kian memuncak.
Di tengah ribuan warga yang masih bergulat dengan genangan air dan lumpur akibat banjir tahunan, para wakil rakyat justru dinilai menghilang dari tanggung jawabnya.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Islam Kalimantan Selatan, Rolly Irawan, meluapkan kegeramannya terhadap perilaku elite legislatif yang dianggap tuli dan buta terhadap penderitaan rakyat.
“Ini bukan banjir sekali dua kali. Ini musibah yang rutin setiap tahun. Tapi wakil rakyatnya tak pernah kelihatan batang hidungnya. Kalau seperti ini, untuk apa mereka duduk di DPRD?” tegas Rolly kepada wartawan.
Rolly secara khusus menyoroti sikap anggota DPRD Banjarmasin dari Fraksi PKB, Hilyah Aulia, yang dinilainya tidak menunjukkan empati terhadap warga Murung Raya, Banjarmasin Selatan, wilayah yang nyaris tak pernah lepas dari terjangan banjir.
Menurutnya, absennya wakil rakyat di tengah masyarakat terdampak bukan sekadar kelalaian, melainkan bentuk “pengecutan politik”.
“Saat rakyat terendam air dan kehilangan harta benda, sebagian anggota dewan justru nyaman duduk di balik meja dan kursi empuk. Mereka lebih sibuk dengan kunjungan kerja berhonor besar, daripada menjejakkan kaki di kampung yang tenggelam,” sindirnya tajam.
“Waktu kampanye rajin turun mengemis suara. Setelah terpilih, jangan harap mereka mau turun lagi. Rakyat susah, mereka berpaling muka,” katanya.
Seruan Keras kepada Rakyat
Pemuda Islam Kalsel mengingatkan masyarakat agar tidak kembali terjebak oleh janji manis para politisi yang lenyap ketika bencana datang.
“Ulun menghimbau kepada masyarakat, jangan lagi memilih wakil rakyat nang kaya ini. Jangan serahkan nasib kita kepada mereka yang hanya datang saat butuh suara,” ujar Rolly.
Tak berhenti pada kritik, Pemuda Islam Kalsel bahkan menyatakan siap menggerakkan massa untuk menekan para wakil rakyat yang dinilai “tertidur pulas” di atas penderitaan warga.
“Jangan cuma datang waktu kampanye. Saat rakyat kena musibah, mereka sembunyi. Kalau perlu, kami siap membangunkan mereka dengan kekuatan rakyat,” tegasnya.
Apresiasi untuk Pemkot Banjarmasin
Di tengah kritik keras terhadap DPRD, Pemuda Islam Kalsel justru memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Banjarmasin di bawah kepemimpinan Wali Kota Yamin HR, yang dinilai masih menunjukkan kehadiran negara melalui berbagai langkah penanganan banjir.
“Setidaknya pemerintah kota masih turun dan bekerja. Yang kami sayangkan justru para wakil rakyat yang seharusnya berada di barisan terdepan membela warga,” ucap Rolly.
Banjir Meluas di Berbagai Wilayah
Banjir tidak hanya merendam Murung Raya, tetapi juga meluas ke kawasan Pekauman, Pemurus Dalam (Banjarmasin Selatan), Sungai Lulut (Banjarmasin Timur), serta sejumlah titik lain di berbagai kecamatan Kota Banjarmasin.
Bencana ini dipicu oleh persoalan klasik yang terus berulang: tingginya curah hujan, air pasang, kiriman air dari hulu, buruknya sistem drainase, serta tumpukan sampah yang menyumbat aliran air. Masalah lama yang belum kunjung tuntas, sementara kepedulian sebagian wakil rakyat justru semakin memudar.(@dw)
.jpg)