Banjarmasin,Kalimantan Selatan,Mitra Bhayangkara,my.id — Wajah pertanian perkotaan di Kota Seribu Sungai bersiap memasuki babak baru.
Dewan Pengurus Cabang (DPC) Pemuda Tani Indonesia (PTI) Kota Banjarmasin melakukan kunjungan silaturahmi strategis ke Balai Kota Banjarmasin, Senin (26/1/2026), guna membahas penguatan ketahanan pangan berbasis karakteristik lahan basah.
Rombongan PTI diterima oleh Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman, S.H., M.M., yang mewakili Wali Kota Banjarmasin.
Pertemuan tersebut menjadi forum penting untuk menyelaraskan visi antara organisasi kepemudaan dan pemerintah daerah dalam mendorong inovasi pertanian urban.
Turut hadir dalam pertemuan itu Ketua Pembina PTI Kota Banjarmasin, H. Syamsul Bahri, R.S.Ag., M.Pd., yang juga merupakan anggota DPR RI Fraksi Gerindra periode 2019–2024.
Ia menegaskan pentingnya keberanian berinovasi dalam mengelola potensi lahan basah sebagai kekuatan utama pertanian Banjarmasin.
Inovasi Tani Apung, Solusi Lahan Basah Perkotaan
Perwakilan PTI yang terdiri dari Agus Kurniawan, S.H. (Wakil Sekretaris DPD PTI) serta Ridho Almadani, S.H. (Plt. Ketua DPC PTI Kota Banjarmasin) bersama jajaran pengurus harian menyampaikan bahwa struktur organisasi PTI di Banjarmasin telah terbentuk hingga tingkat RT.
“PTI Kota Banjarmasin saat ini juga telah membina sejumlah kelompok tani sayur dan budidaya ikan air tawar yang bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan Kota Banjarmasin,” ungkap Agus Kurniawan.
Fokus utama diskusi diarahkan pada pengembangan program Tani Apung, sebuah konsep pertanian adaptif yang dinilai relevan dengan kondisi geografis Banjarmasin yang didominasi sungai dan rawa.
Program ini diharapkan mampu memanfaatkan lahan tidak produktif, memperkuat kemandirian pangan lokal, sekaligus menjadi solusi menghadapi tantangan perubahan iklim dan fluktuasi pasang surut air.
Cetak Petani Milenial, Ubah Stigma Bertani
Sekda Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman, menegaskan komitmen Pemerintah Kota untuk membina organisasi kepemudaan yang memiliki gagasan konkret dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Ia menilai regenerasi petani menjadi kunci keberlanjutan sektor pertanian.
“Kita ingin anak muda Banjarmasin melihat pertanian sebagai sektor yang keren, modern, dan menjanjikan. Dengan sentuhan digitalisasi, inovasi, dan kreativitas pemuda, pertanian kota bisa menjadi pilar ekonomi baru,” ujar Ikhsan Budiman.
Ia juga menyampaikan bahwa arahan Wali Kota Banjarmasin sejalan dengan upaya mendorong munculnya petani milenial yang mandiri dan berdaya saing.
Dampak Nyata untuk Masyarakat
Sementara itu, H. Syamsul Bahri menegaskan bahwa kolaborasi antara PTI dan Pemkot Banjarmasin tidak berhenti pada tataran wacana.
“Yang kita dorong adalah hasil nyata di lapangan, mulai dari pembukaan lapangan kerja bagi pemuda, pelatihan tani apung bagi masyarakat bantaran sungai, hingga menjaga stabilitas harga pangan agar tetap terjangkau,” tegasnya.
Menurutnya, pertanian modern berbasis lahan basah berpotensi melahirkan generasi petani milenial yang tidak hanya mandiri, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal.
Pertemuan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kota Banjarmasin siap bersinergi dengan gerakan pemuda dalam mewujudkan pertanian urban yang inovatif, berkelanjutan, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
(Red/PTI/ma)
