Semarang | MitraBhayangkara.my.id — Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, digegerkan oleh penemuan sesosok bayi perempuan yang terkubur di sebuah kebun, Kamis (3/9/2026).
Penemuan itu bermula sekitar pukul 15.30 WIB, ketika Gendro Susanto (38) mencari rumput untuk pakan ternak di kebun milik warga. Saat berada di lokasi, ia melihat gundukan tanah yang dinilai masih baru dan mencurigakan.
Kecurigaan tersebut mendorong Gendro menggali tanah itu. Di bawahnya, ia menemukan bayi perempuan dalam posisi tertelungkup, terkubur dan tertutup kain daster.
Gendro kemudian menghubungi Ketua RT setempat. Informasi itu diteruskan kepada Kepala Desa Duren dan dilaporkan ke kepolisian melalui Bhabinkamtibmas Desa Duren, Bripka Dhenis Agus.
Petugas Polsek Bandungan bersama piket Unit Reskrim segera mendatangi lokasi. Polisi memasang garis pengaman untuk menjaga tempat kejadian perkara dan mencegah kemungkinan barang bukti terganggu.
Kapolsek Bandungan Iptu Subedi mengatakan petugas langsung melakukan pengamanan setelah menerima laporan warga.
“Di tempat kejadian ditemukan bayi yang terkubur di dalam tanah. Selanjutnya lokasi langsung kami amankan dan dipasang police line untuk kepentingan penyelidikan,” ujar Subedi.
Berdasarkan pemeriksaan awal, bayi tersebut berjenis kelamin perempuan dengan panjang tubuh sekitar 49 sentimeter dan berat kurang lebih 3,4 kilogram. Polisi memperkirakan bayi itu baru dilahirkan sekitar satu hari sebelum ditemukan.
Namun, perkiraan waktu kelahiran dan kondisi bayi masih memerlukan pemeriksaan lanjutan. Polisi belum menyampaikan kesimpulan mengenai rangkaian peristiwa sebelum bayi ditemukan terkubur.
Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo membenarkan penemuan tersebut. Untuk mengungkap perkara secara menyeluruh, Polres Semarang menerjunkan Unit Inafis guna melakukan olah TKP dan mengumpulkan petunjuk.
“Benar, telah ditemukan seorang bayi perempuan dalam kondisi terkubur di wilayah Desa Duren, Kecamatan Bandungan. Saat ini kami telah menerjunkan Unit Inafis Polres Semarang untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan bukti-bukti guna mengungkap kejadian tersebut,” kata Heru.
Polisi menegaskan penyelidikan masih berjalan. Sejumlah informasi dan petunjuk dari lokasi akan didalami untuk menyusun kronologi lengkap sekaligus mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab.
“Kami masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan seluruh informasi serta petunjuk yang ada. Kami akan mendalami kejadian ini secara serius untuk mengetahui kronologi secara lengkap dan mengungkap siapa yang bertanggung jawab,” tegas Subedi.
Polres Semarang mengimbau warga yang mengetahui atau memiliki informasi terkait perkara tersebut agar segera menyampaikannya kepada kepolisian untuk membantu proses pengungkapan.
(75)




