DAIRI, MitraBhayangkara.my.id — Kunjungan kerja Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa ke wilayah Kodim 0206/Dairi, Rabu (26/8/2026), tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi dan pengecekan satuan. Di balik rangkaian kunjungan tersebut, terdapat sejumlah pesan strategis yang menyentuh langsung pelaksanaan program pemerintah, pengabdian prajurit kepada masyarakat, disiplin internal hingga penggunaan media sosial.
Pangdam I/BB Mayjen TNI Hendy Antariksa tiba di wilayah Dairi sekitar pukul 08.38 WIB menggunakan helikopter PK-TWZ dan mendarat di Lapangan Kompi B Yonif 125/Simbisa. Kedatangannya disambut sejumlah pejabat dari unsur TNI, Polri dan pemerintah daerah, termasuk Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala serta jajaran Kodim 0206/Dairi dan Polres Dairi.
Kehadiran pimpinan Kodam I/BB tersebut menjadi perhatian karena agenda kunjungan tidak berhenti pada seremoni penyambutan. Pangdam kemudian bergerak menuju Makodim 0206/Dairi di Jalan Gereja, Sidikalang, untuk bertemu langsung dengan prajurit dan aparatur sipil negara di lingkungan satuan tersebut.
Bukan Sekadar Kunjungan: Ada Pesan soal Program Pemerintah
Sekitar pukul 08.50 WIB, Pangdam I/BB tiba di Makodim 0206/Dairi. Setelah foto bersama, Pangdam memberikan pengarahan kepada personel dan PNS Kodim 0206/Dairi.
Dalam arahannya, Pangdam menegaskan pentingnya peran prajurit dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat. Ia menyampaikan apresiasi atas pengabdian dan kerja keras personel yang selama ini terlibat dalam berbagai kegiatan di lapangan.
Namun, pesan yang disampaikan Pangdam juga mengarah pada agenda yang lebih luas, yakni keterlibatan TNI dalam mendukung sejumlah program pemerintah.
Pangdam menyebut prajurit harus membantu menyukseskan program pemerintah sesuai tugas dan kewenangan masing-masing. Sejumlah kegiatan yang disebut antara lain pembangunan jembatan, penyediaan titik air bersih serta pembangunan KDKMP.
Pesan tersebut menunjukkan bahwa keterlibatan prajurit di tengah masyarakat tidak hanya dipandang sebagai kegiatan pendukung, tetapi harus dilakukan dengan prinsip ketulusan, keikhlasan dan profesionalitas.
“Laksanakan dengan penuh ketulusan, keikhlasan, dan semangat pengabdian kepada masyarakat,” demikian inti arahan Pangdam kepada jajaran prajurit.
Media Sosial Menjadi Perhatian Khusus
Salah satu bagian penting dalam pengarahan Pangdam adalah persoalan narasi negatif dan perilaku prajurit di media sosial.
Para komandan diminta mengingatkan anggotanya agar tidak mudah terpancing oleh berbagai narasi yang beredar di ruang digital. Pangdam juga menekankan agar prajurit tidak bereaksi keras terhadap informasi yang belum diketahui kebenarannya.
Pesan ini menjadi penting di tengah derasnya arus informasi digital. Setiap unggahan, komentar maupun respons personal dapat dengan cepat berkembang menjadi konsumsi publik dan berpotensi memengaruhi citra institusi.
Karena itu, Pangdam mengingatkan prajurit agar tidak membuat ataupun menyebarkan narasi mengenai pihak lain tanpa mengetahui fakta sebenarnya.
Etika, persatuan, kekompakan serta nama baik TNI, menurut arahan tersebut, harus tetap menjadi pertimbangan dalam setiap tindakan, termasuk ketika prajurit beraktivitas di media sosial.
Pangdam Ingatkan Potensi Pelanggaran
Selain persoalan media sosial, Pangdam juga mengingatkan jajaran agar menghindari segala bentuk pelanggaran.
Menurut arahan Pangdam, ruang lingkup kehidupan seorang prajurit sangat luas sehingga diperlukan kedewasaan dalam bersikap, bertindak maupun menggunakan media sosial.
Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa profesionalitas prajurit tidak hanya diukur dari pelaksanaan tugas di lapangan, tetapi juga dari kemampuan menjaga perilaku di luar tugas kedinasan.
Pangdam meminta para komandan memastikan pesan tersebut dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh personel.
Pengabdian Tak Selalu Dilihat Publik
Dalam pengarahan tersebut, Pangdam juga mengingatkan bahwa tidak semua pihak dapat melihat secara langsung ketulusan dan pengabdian prajurit di lapangan.
Karena itu, personel diminta tidak menjadikan kritik atau narasi negatif sebagai alasan untuk kehilangan fokus dalam menjalankan tugas.
Prajurit diminta tetap bekerja secara tulus, ikhlas dan profesional, sekaligus menjaga kekompakan serta nama baik institusi.
Arahan ini memperlihatkan adanya penekanan pada dua sisi sekaligus: prajurit tetap aktif membantu masyarakat, tetapi harus mampu mengendalikan diri ketika menghadapi kritik, informasi negatif maupun tekanan di ruang publik.
Usai memberikan pengarahan, Pangdam I/BB menuliskan kesan dan pesan, kemudian menerima serta memberikan cinderamata. Ia juga melakukan pengecekan di sekitar Makodim 0206/Dairi dan kantor staf Kodim.
Setelah seluruh agenda di Makodim selesai, Pangdam bersama rombongan melakukan transit sebelum kembali bergerak menuju Lapangan Kompi B Yonif 125/Simbisa.
Sekitar pukul 10.10 WIB rombongan tiba kembali di Kompi B. Lima belas menit kemudian, sekitar pukul 10.25 WIB, Pangdam I/BB bersama rombongan lepas landas menuju Yonif 126/Kala Canca.
Seluruh rangkaian kegiatan kunjungan kerja Pangdam I/BB di wilayah Kodim 0206/Dairi dilaporkan selesai sekitar pukul 10.30 WIB dalam keadaan aman dan tertib.
Kedatangan Pangdam I/BB turut disambut unsur TNI, Polri dan pemerintah daerah, di antaranya Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala, Wakil Bupati Pakpak Bharat Dr. H. Mutsyuhito Solin, M.Pd., Dandim 0206/Dairi Letkol Arm Denni Andika Wardana, S.H., M.I.P., Danyonif 125/Simbisa Letkol Inf Hari Mughnii Nagara, S.E., M.H.I., Danyonif TP 908/GD Letkol Inf Chandra Jaya Maulana, S.Sos., M.A.P., M.Tr.Mil., Danyonif TP 906/SG Letkol Inf Rachmat Shaleh, S.H., M.Han., Kapolres Dairi AKBP Otniel Siahaan, S.I.K., M.I.K., Kapolres Pakpak Bharat AKBP Muhammad Agustiawan, S.T., S.I.K., M.H., Sekda Kabupaten Pakpak Bharat Jalan Berutu, S.Pd., M.M., serta perwakilan DPRD Pakpak Bharat.
(Pewarta : Baslan Naibaho)




