5 Ton Bibit Kentang Digelontorkan ke Samosir

MitraBhayangkara.my.id | Samosir – Pemerintah Kabupaten Samosir kembali menggulirkan program peningkatan sektor pertanian melalui penyaluran 5 ton bibit kentang kepada empat kelompok tani. Bantuan yang bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2026 melalui Program Kolaborasi Sumut Berkah itu diharapkan mampu meningkatkan produksi pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.


Namun di balik seremoni penyerahan bantuan, muncul satu pertanyaan penting yang patut menjadi perhatian publik: apakah bantuan tersebut benar-benar akan menghasilkan peningkatan kesejahteraan petani atau hanya berhenti sebagai kegiatan seremonial?


Pertanyaan tersebut menjadi relevan mengingat berbagai program bantuan pertanian di sejumlah daerah selama ini tidak selalu berakhir dengan peningkatan produktivitas. Sebagian terkendala pendampingan, kualitas bibit, distribusi pupuk, hingga lemahnya pengawasan pasca-penyaluran.


Penanaman Perdana Jadi Ujian Awal

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama perwakilan Ketua DPRD Kabupaten Samosir, Parluhutan Samosir, melakukan penanaman perdana di lahan milik Kelompok Tani Hariara Makmur, Desa Hariara Pintu, Kecamatan Harian, Selasa (21/7/2026).


Bantuan tersebut dialokasikan kepada empat kelompok tani yang akan mengelola lahan seluas lima hektare, yakni:

  • Kelompok Tani Hariara Makmur – 1 hektare
  • Kelompok Tani Marsada – 2 hektare
  • Kelompok Tani Pasorba – 1 hektare
  • Kelompok Tani Sejati – 1 hektare


Selain bibit kentang, pemerintah juga menyalurkan pupuk organik cair (POC). Pemerintah Kabupaten Samosir turut memberikan tambahan pupuk organik cair sebanyak 50 liter sebagai bentuk dukungan terhadap keberhasilan program.


Bupati: Keberhasilan Menjadi Tolak Ukur Bantuan Berikutnya

Dalam sambutannya, Bupati Vandiko menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan hasil perjuangan Pemerintah Kabupaten Samosir dalam memperoleh dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.


Menurutnya, kemampuan fiskal daerah masih terbatas sehingga pembangunan pertanian membutuhkan kolaborasi antara pemerintah kabupaten, provinsi, pemerintah pusat hingga sektor swasta.


Ia mengingatkan bahwa bantuan tersebut hanya bersifat stimulan sehingga keberhasilan program sepenuhnya berada di tangan kelompok tani penerima manfaat.

"Kalau program ini berhasil, kepercayaan pemerintah akan semakin besar sehingga bantuan berikutnya dapat kembali diperoleh," ujar Vandiko.


Bupati juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Samosir harus bersaing dengan 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara untuk memperoleh bantuan tersebut.


Transparansi dan Pengawasan Menjadi Kunci

Dari perspektif tata kelola pemerintahan, penyaluran bantuan pertanian tidak hanya diukur dari besarnya anggaran atau jumlah bibit yang disalurkan, melainkan juga dari indikator keberhasilannya.


Pengawasan menjadi penting untuk memastikan bahwa:

  • seluruh bantuan diterima kelompok tani sesuai daftar penerima;
  • bibit memiliki kualitas yang layak tanam;
  • distribusi pupuk tepat sasaran;
  • pendampingan teknis berjalan selama masa tanam;
  • produktivitas meningkat sesuai target;
  • manfaat ekonomi benar-benar dirasakan petani.


Selain itu, evaluasi pasca panen perlu dilakukan secara terbuka agar masyarakat dapat mengetahui sejauh mana efektivitas penggunaan anggaran publik.


Dukungan DPRD

Perwakilan Ketua DPRD Kabupaten Samosir, Parluhutan Samosir, mengapresiasi keberhasilan Pemerintah Kabupaten Samosir memperoleh bantuan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.


Ia menilai dukungan provinsi sangat diperlukan mengingat keterbatasan kemampuan APBD Kabupaten Samosir. Menurutnya, regenerasi petani melalui pengembangan petani milenial juga harus menjadi perhatian agar sektor pertanian semakin modern dan produktif.


Dinas Pertanian Pastikan Bantuan Lengkap

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Samosir, Tumiur Gultom, menjelaskan bahwa selain 5 ton bibit kentang, pemerintah juga menyalurkan pupuk organik cair kepada empat kelompok tani penerima manfaat sebagai bagian dari paket bantuan Program Kolaborasi Sumut Berkah.


Petani Berjanji Membuktikan

Ketua Kelompok Tani Hariara Makmur, Joni Pasaribu, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Kabupaten Samosir terhadap sektor pertanian.


Kelompok tani yang beranggotakan 23 orang tersebut berkomitmen menjaga kepercayaan pemerintah dengan meningkatkan hasil panen melalui pendampingan yang selama ini diberikan penyuluh pertanian.


Ia juga mengungkapkan bahwa kelompoknya sebelumnya telah menerima bantuan 120 kilogram bibit kentang melalui program ketahanan pangan Desa Hariara Pintu.


Program bantuan pertanian akan dinilai berhasil apabila mampu menghasilkan peningkatan produktivitas, pendapatan petani, dan keberlanjutan usaha tani, bukan sekadar diukur dari banyaknya bantuan yang disalurkan.


Karena itu, masyarakat, DPRD, aparat pengawas internal pemerintah (APIP), serta lembaga pengawasan lainnya diharapkan turut mengawal implementasi Program Kolaborasi Sumut Berkah agar penggunaan dana publik benar-benar memberikan manfaat nyata bagi petani dan mendukung ketahanan pangan nasional sebagaimana semangat Asta Cita Presiden Republik Indonesia.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Harian P. Hartopo Manik, Kabid IKP Diskominfo Togarma Naibaho, Penjabat Kepala Desa Hariara Pintu Kanur Situmorang, para penyuluh pertanian, serta masyarakat anggota kelompok tani.


(Andi Naibaho)

Post a Comment

Selamat Datang

To be published, comments must be reviewed by the administrator *

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1