Banjar, Kalimantan Selatan, Mitra Bhayangkara, My Id (27/05/2026),— Suasana duka mendalam menyelubungi tanah Banua. Salah satu ulama karismatik penyejuk umat, Sayyidil Walid Al Habib Ali bin Abdullah Alaydrus, telah berpulang ke rahmatullah pada Rabu, 27 Mei 2026.
Wafatnya ulama sepuh yang menjadi figur pengayom ini memicu gelombang belasungkawa luas dari berbagai kalangan, termasuk jajaran pemerintah daerah dan ribuan jemaah di Kalimantan Selatan. Kepergian beliau laksana hilangnya sebuah "permata" batin yang menyisakan ruang kosong di sanubari umat Islam, khususnya bagi keluarga besar Media Ibn Ali, Majelis Ihya' Ulumuddin, serta Roudhatul Aminah.
Semasa hidupnya, Al Walid Al Habib Ali bin Abdullah Alaydrus dikenal luas sebagai ulama yang istiqamah, teduh, penuh kasih, dan senantiasa merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang sekat sosial.
Mengalir dalam dirinya silsilah luhur [marga Alaydrus](https://id.wikipedia.org/wiki/Alaydrus), sebuah klan keilmuan yang secara historis berakar kuat dari Hadramaut, Yaman, yang melahirkan barisan wali dan penyebar Islam yang santun.
Pengasuh Utama Majelis Ihya Ulumuddin: Beliau memimpin dan mengasuh [Majelis Dzikir Ihya Ulumuddin](https://rm.id/tags/87960/habib-ali-bin-abdullah-alaydrus) yang berpusat di Guntung Papuyu, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar.
Tempat ini menjadi muara bagi ribuan penuntut ilmu untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui dzikir, selawat, dan kajian kitab-kitab Salafus Shalih.
Penasihat dan Pelopor Dakwah Digital
Melalui peran strategisnya di Media Ibn Ali, almarhum mendorong integrasi dakwah tradisional ke ranah digital. Beliau memastikan bahwa pesan-pesan Islam yang damai, toleran, dan sejuk dapat diakses luas oleh generasi muda Muslim melalui media sosial.
Ulama Pengayom dan Mitra Umat:
Tokoh-tokoh penting di banua kerap sowan ke kediaman beliau di Guntung Papuyu untuk meminta nasihat, doa, hingga mengadakan kegiatan kebersamaan seperti sahur bareng masyarakat. Sifat ketawaduan beliau menjadikannya suluh pengingat di tengah kegelapan, merangkul umara (pemerintah) dan rakyat secara selaras.
Doa Khidmat untuk Sang Murabbi
Keluarga besar, para murid, dan segenap jemaah melepas kepulangan beliau ke hadirat Allah SWT dengan untaian doa mulia:
“Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, sejahterakanlah dia, dan maafkanlah segala kesalahannya. Muliakanlah tempat tinggalnya, lapangkanlah jalan masuknya, bersihkanlah dia dengan air, salju, dan air es. Bersihkanlah dia dari segala kesalahan sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah rumahnya dengan rumah yang lebih baik, keluarganya dengan keluarga yang lebih baik, dan pasangan hidupnya dengan pasangan yang lebih baik. Masukkanlah dia ke dalam surga dan lindungilah dia dari siksa kubur serta siksa api neraka.”
Jejak ilmu, keteladanan akhlak, serta untaian nasihat yang diwariskan oleh Al Walid Al Habib Ali bin Abdullah Alaydrus akan senantiasa hidup dan terpatri di sanubari masyarakat Banua. Semoga segala dedikasi dakwah beliau menjadi amal jariyah yang tiada terputus, dan beliau ditempatkan di tempat terbaik di dalam jannah bersama datuknya, Baginda Nabi Besar Muhammad SAW.
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Selamat jalan permata Kalsel, istirahatlah dengan damai dalam pelukan rahmat-Nya.(@dw)
