Berulang Kali Diberitakan Dan di Surati, Giliran Mahasiswa Lakukan Aksi Tuntut Penutup Pabrik Kasur di Desa Sampali

 

Percut Sei Tuan, Deli Serdang - Sumatera Utara MitraBhayangkara.my.idDewan Pimpinan Daerah Media Organisasi Siber Indonesian (MOSI) yang terus memberitakan, bahkan menyurati Pemkab Deli Serdang tentang dugaan adanya perusahaan Ilegal di Desa Sampali, kini Perusahaan pembuatan kasur digeruduk puluhan massa Mahasiswa dan menuntut Pabrik pembuatan kasur tersebut ditutup. Medan 19/03/2026.


Beredarnya pemberitaan tentang adanya Pabrik pembuatan kasur di Tanjungrejo Desa Sampali yang diduga tidak memiliki izin, kali ini puluhan Mahasiswa yang mengatasnamakan Forum Mahasiswa dan Rakyat Sumatera Utara menggelar aksi unjuk rasa di depan Pabrik kasur, Selasa 17/03/26 sekira jam 15.00 Wib. 


Dalam aksinya puluhan mahasiswa menyuarakan aspirasinya dengan menuntut pihak perusahaan menunjukkan ijin perusahaan, dalam aksinya Mahasiswa juga membawa sejumlah tulisan dengan berbagi tuntutan diantaranya, menuntut Bupati Deliserdang menutup aktivitas Pabrik, karena diduga tidak punya izin bangunan, izin UPL/UKL dan Amdal. 

Menurut informasi yang didapat, Aksi berakhir setelah pihak Perusahaan menemui Massa aksi, belum diketahui apa hasil pembicaraan antara pihak perusahaan dengan pihak massa aksi , hingga massa aksi memutuskan membubarkan diri. 


Sebelumnya DPD MOSI (Media Organisasi Siber Indonesia) Sumatera Utara, salah satu persatuan Wartawan di Sumatera Utara diketahui telah melayangkan surat permohonan konfirmasi ke Bupati Deliserdang, Camat Percut Sei tuan, Kepala Desa Sampali, bahkan sudah diberitakan beberapa kali di media online dan streaming. 


Dalam pemberitaan sebelumnya juga DPD MOSI mendesak Bupati Deliserdang untuk turun tangan dan melakukan tindakan tegas terhadap Perusahaan / Pabrik pembuatan Kasur yang ada di lahan Garapan Desa Sampali, tapi hingga turunnya aksi mahasiswa, pemkab Deliserdang diduga tidak punya kemampuan. 

DPD MOSI ( Media Organisasi Siber Indonesia) Sumatera Utara melalui ketuanya Rudi Hutagaol menyampaikan, dengan adanya aksi langsung Mahasiswa di depan Pabrik, Ia berjanji akan tetap mengawal status dugaan Pabrik pembuatan kasur yang diduga tidak memiliki izin tersebut hingga Pemkab Deliserdang memberikan tanggapan serius. 


Rudi juga mengatakan, DPD MOSI dalam waktu dekat akan menyurati langsung DPRD Kabupaten Deliserdang untuk ikut terlibat dalam mengawal dan mengawasi dugaan Pabrik tersebut, dan meminta DPRD Deliserdang ikut menanggapi dugaan lemahnya penanganan kinerja Pemkab deliserdang.


(Tim / Junianto Marbun).


Post a Comment

Selamat Datang

To be published, comments must be reviewed by the administrator *

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1