Padang tualang, Langkat - Sumut,MitraBhayangkara.my.id - Muhammad Erwin Peranginangin (22) warga Desa Banjaran Raya Kecamatan Padang Tualang Kabupaten Langkat Nyaris tewas dihadapan anak dan istrinya saat dikejar belasan pria yang diduga merupakan anggota Organisasi Kepemudaan (OKP) Bersenjatakan Klewang pada Rabu 25/2/2026 sekitar pukul 19.30 Wib. Langkat 27/02/2026.
Aksi brutal yang dilakukan oleh belasan anggota OKP tersebut terjadi saat korban sedang bersantai di halaman depan Masjid Afdeling V, Kecamatan Padang Tualang.
Informasi yang berhasil dikumpulkan, saat itu korban (M Erwin Peranginangin) yang baru saja berbuka puasa sedang menikmati suasana malam di halaman mesjid bersama istri dan anak berserta warga sekitar .
"Saat saya sedang duduk-duduk bersama salah satu rekan kerja, belasan orang yang merupakan anggota OKP itu lagi nyari rekan mereka yang diamankan Security karena kedapatan mencuri buah sawit, ketika itu teman memakai baju security lantas mereka (GRIB) kira kami lah yang menangkap rekan-rekan mereka" ucapnya kepada Awak media Jumat (27/2/2026) .
Tanpa banyak basa-basi, mereka langsung berteriak mempertanyakan keberadaan rekan mereka dan langsung melayangkan senjata tajam kearah korban.
"Saya dan teman saya langsung lari, tapi tetap dikejar mereka, istri dan anak saya pada nangis melihat saya Dikejar-kejar dengan senjata tajam, dan mereka berteriak akan menghabisi nyawa saya" jelasnya.
Beruntung ia dan temannya berhasil menyelamatkan diri dari kejaran anggota OKP tersebut. Tidak terima atas apa yang telah dilakukan oleh belasan anggota OKP tersebut, Ia didampingi Keluarganya membuat laporan resmi ke Polres Langkat dengan Nomor : STTLP/B/138/II/2026/SPKT/POLRES LANGKAT/POLDA SUMATERA UTARA.
Ia berharap para anggota OKP yang mengejar dan mengancam keselamatan dirinya segera ditangkap.
"Saya mohon dengan sangat kepada Bapak Kapolres Langkat dan Kasat Reskrim untuk segera mungkin menangkap para pelaku pengancaman karena sampai sekarang saya belum berani kembali kerumah, karena takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan" pungkasnya.
(Fitra Hariadi Barus/Tim).

