Polres Kayong Utara Sigap Lahan Gambut Pulau Maya Terbakar, BMKG Peringatkan Puncak Kemarau di Kayong Utara


 Kayong Utara,Kalbar,Mitra Bhayangkara.my.id – Personel gabungan dari Polsek Pulau Maya Karimata, TNI, dan instansi terkait melakukan ground check menyusul temuan titik api di kawasan Hutan Produksi, Dusun Kamboja Baru, Desa Kamboja, Kecamatan Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara. Berdasarkan pantauan udara, api dan asap masih terdeteksi di lokasi tersebut meski akses darat sulit ditembus.

Kondisi ini diperparah dengan rilis terbaru BMKG yang menyatakan bahwa wilayah Kalimantan Barat resmi memasuki periode musim kemarau ekstrem dalam sepekan ke depan.

Kapolsek Pulau Maya Karimata memimpin langsung pengecekan lapangan pada Selasa (20/1/2025). Tim gabungan yang terdiri dari Polri, Manggala Agni (3 personel), BPBD (3 personel), Dinas Kehutanan/KPH (2 personel), serta LPHD Desa Kemboja (4 personel) harus menempuh jarak 30 kilometer dari pusat Polsek untuk mencapai lokasi.

"Hambatan utama di lapangan adalah medan yang tertutup semak belukar tebal dan tidak adanya akses jalan formal menuju titik koordinat 01.05647 S 109.67221 E" ujar laporan resmi dari Polsek Pulau Maya.


Vegetasi yang terdiri dari ilalang kering dan kayu-kayuan di atas tanah gambut membuat api cepat merambat, terutama didorong oleh cuaca panas dan angin kencang. Hingga saat ini, luas lahan yang terbakar dan identitas pemilik lahan masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

Selaras dengan temuan di lapangan, BMKG merilis peringatan dini terkait kondisi cuaca di Kabupaten Kayong Utara untuk periode Selasa, 20 Januari hingga 26 Januari 2026. Berikut adalah parameter kerawanan yang wajib diwaspadai:
1. Suhu Udara: Diprediksi mencapai puncaknya di angka 33°C hingga 35°C pada siang hari.
2. Kecepatan Angin: Angin kencang dengan kecepatan rata-rata 15-30 km/jam berpotensi mempercepat penyebaran api secara horizontal.
3. Kadar Air Tanah: Mengalami penurunan signifikan (kering), yang menyebabkan lahan gambut menjadi sangat rentan terbakar hingga ke lapisan dalam.
4. Potensi Karhutla: Berada pada level Sangat Tinggi (Zona Merah) untuk wilayah Kabupaten Kayong Utara.

Meski terkendala sumber air dan akses geografis, tim gabungan terus melakukan pemantauan intensif menggunakan drone untuk memastikan arah persebaran asap. Pihak kepolisian juga tengah berkoordinasi dengan seluruh instansi di Desa Kamboja untuk memperketat pengawasan.

"Kami terus mencari siapa pemilik lahan tersebut dan melakukan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, terutama di tengah kondisi angin kencang seperti sekarang," tegas pihak Polsek dalam laporan tindak lanjutnya.


Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan jika melihat kepulan asap mencurigakan di kawasan hutan, mengingat kondisi tanah gambut di Pulau Maya yang jika sudah terbakar di bagian dalam akan sangat sulit untuk dipadamkan secara manual.
(San)

Post a Comment

Selamat Datang

To be published, comments must be reviewed by the administrator *

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1