Barabai, Kalimantan Selatan, Mitra Bhayangkara, My. Id
Selasa (6/1/2026) —,Pasca banjir bandang yang melanda Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, berbagai elemen masyarakat terus bergerak menyalurkan bantuan kepada warga terdampak. Salah satunya datang dari Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Assalam Fil Alamin (Lazis ASFA), yayasan sosial milik pengusaha nasional H Isam.
Melalui program kemanusiaannya, Lazis ASFA menyalurkan bantuan senilai total Rp 1,4 miliar kepada 1.615 kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana. Setiap keluarga menerima bantuan tunai sebesar Rp 900.000 yang ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan mendesak pascabencana.
“Bantuan ini kami berikan agar masyarakat bisa segera memenuhi kebutuhan paling dasar mereka, mulai dari makanan, perlengkapan rumah tangga, hingga kebutuhan pribadi yang tidak seluruhnya dapat dijangkau oleh bantuan pemerintah,” ujar Anggota Komisi VIII DPR RI H Sudian Noor, yang juga menjabat sebagai Koordinator Tasaruf Lazis ASFA Kalimantan Selatan.
Sudian Noor menegaskan, penyaluran bantuan dilakukan dengan pendekatan langsung agar tepat sasaran.
Ia bahkan turun ke lokasi terdampak, termasuk di Desa Gunung Batu, Kecamatan Tebing Tinggi, untuk memastikan bantuan diterima warga yang benar-benar membutuhkan.
“Kami ingin memastikan setiap rupiah bantuan ini sampai ke tangan masyarakat yang terdampak banjir. Ini bukan hanya soal angka, tetapi tentang bagaimana membantu mereka bangkit kembali,” katanya, pada Selasa,(30/12/2025).
Ia juga mengapresiasi peran berbagai pihak, termasuk relawan dan aparat setempat, yang turut membantu proses distribusi di lapangan agar berjalan tertib dan lancar.
Banjir bandang yang melanda Balangan beberapa waktu lalu menyebabkan ratusan rumah terendam dan ribuan warga harus mengungsi.
Pemerintah daerah bersama berbagai lembaga kemanusiaan terus berupaya mempercepat pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.
Dengan bantuan dari Lazis ASFA ini, diharapkan beban warga korban banjir dapat sedikit tereduksi, sekaligus mempercepat proses pemulihan kehidupan mereka pascabencana.(Mubarak&dw)

