BREAKING NEWS

Dari Gelanggang ke Institusi: Enam Personel Polres Semarang Diganjar


Enam personel Polres Semarang mendapat apresiasi. Satu anggota menerima kenaikan pangkat pengabdian, sementara lima lainnya meraih prestasi olahraga tingkat Jawa Tengah hingga nasional.

KABUPATEN SEMARANG | MitraBhayangkara.my.id
– Enam personel Polres Semarang mendapat sorotan bukan karena kasus, melainkan karena capaian. Satu anggota menerima kenaikan pangkat pengabdian dari AKP menjadi Kompol, sementara lima lainnya diganjar penghargaan setelah menorehkan prestasi di arena olahraga tingkat Jawa Tengah hingga nasional.

Namun di balik seremoni penghargaan tersebut, terdapat pesan yang lebih besar: prestasi personel tidak boleh berhenti sebagai deretan medali atau perubahan pangkat, tetapi harus berujung pada peningkatan profesionalisme, integritas dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Upacara kenaikan pangkat pengabdian sekaligus pemberian penghargaan tersebut dipimpin Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo, S.I.K., M.Si., di Lapangan Tribrata Polres Semarang, Senin (5/10/2026).

Kegiatan diikuti Wakapolres Semarang Kompol Wahdah Maulidiawati, S.H., S.I.K., M.H., para Pejabat Utama, Kapolsek dan Kapolsubsektor jajaran, serta para Perwira, Bintara dan ASN Polres Semarang.

Satu Pangkat Naik, Lima Personel Bawa Prestasi

Satu nama yang menjadi bagian utama dalam upacara tersebut adalah Kapolsek Tuntang, Pri Handayani, S.H., yang menerima kenaikan pangkat pengabdian dari Ajun Komisaris Polisi (AKP) menjadi Komisaris Polisi (Kompol).

Kenaikan pangkat pengabdian tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan institusi atas dedikasi, loyalitas dan perjalanan pengabdian selama menjalankan tugas sebagai anggota Polri.

Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo menegaskan bahwa kenaikan pangkat tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan perubahan tanda pangkat.

“Kepada Kompol Pri Handayani, kenaikan pangkat pengabdian bukan semata-mata perubahan pangkat, tetapi merupakan bentuk penghargaan institusi atas pengabdian, loyalitas, dedikasi dan perjalanan panjang dalam melaksanakan tugas sebagai anggota Polri,” ujar AKBP Heru.

Pernyataan tersebut menempatkan penghargaan sebagai bagian dari budaya organisasi yang memberikan apresiasi terhadap pengabdian personel.

Tetapi pada saat yang sama, Kapolres mengingatkan bahwa penghargaan bukan tujuan utama seorang anggota Polri.

“Setiap pelaksanaan tugas yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab akan memberikan nilai dan arti bagi institusi Polri. Jadikan momentum ini sebagai inspirasi bahwa pengabdian yang dilakukan dengan baik akan memberikan manfaat bagi organisasi maupun masyarakat,” tambahnya.

Lima Personel Berprestasi di Arena Olahraga

Selain kenaikan pangkat pengabdian, lima personel Polres Semarang menerima penghargaan atas prestasi yang mereka raih di bidang olahraga.

Pertama, Brigpol Rizal Darmawan Wibisono, S.H., personel Satlantas Polres Semarang. Ia mendapat apresiasi atas perannya sebagai pelatih Tim Taekwondo Polda Jawa Tengah yang berhasil meraih prestasi dalam berbagai kategori pada Kejuaraan Taekwondo Kapolri Cup 2026.

Berikutnya Briptu Wildan Fernanda Abdillah, S.H., personel Satlantas Polres Semarang, yang meraih juara III kategori Laga Kelas F Putra Dewasa dalam Lawang Sewu Pencak Silat Open Championship tingkat Jawa Tengah.

Bripda Ibnu Abbas Thoybah, S.H., personel Bagren Polres Semarang, juga meraih juara III, tetapi pada kategori Laga Kelas E Putra Dewasa.

Sementara Bripda Bagus Thoriq Oktaviantono berhasil menempati posisi juara II kategori Laga Kelas H Putra Dewasa.

Capaian tiga personel tersebut berkaitan dengan kompetisi Lawang Sewu Pencak Silat Open Championship 2026 yang digelar di GOR Universitas Semarang pada 28–30 Agustus 2026.

Pemberitaan mengenai kejuaraan tersebut menunjukkan bahwa kompetisi itu bukan pertandingan internal terbatas. Ajang tersebut diikuti peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan mempertandingkan sejumlah kategori pencak silat. Salah satu pemberitaan menyebut jumlah peserta mencapai sekitar 1.150 pesilat.

Artinya, penghargaan yang diberikan kepada personel Polres Semarang tidak berdiri tanpa konteks kompetisi. Mereka berprestasi dalam arena yang mempertemukan atlet dari berbagai kontingen.

Niko Alvian dan Emas dari Arena Menembak

Penghargaan berikutnya diberikan kepada Brigpol Niko Alvian, S.H., personel Satreskrim Polres Semarang.

Niko menerima penghargaan setelah meraih juara I pada Kejuaraan Nasional Menembak Antar Pengurus Provinsi (Pengprov) Tahun 2026 kategori 10 Meter Air Rifle Men Team.

Prestasi tersebut mendapat penguatan dari pemberitaan olahraga yang mencatat Niko Alvian bersama Izzuddin Afif dan Richard Gasita sebagai peraih emas nomor 10 Meter Air Rifle Men Team dalam Kejurnas Menembak 2026.

Capaian itu memperlihatkan bahwa kemampuan personel kepolisian tidak hanya diuji dalam pelaksanaan tugas kedinasan, tetapi juga dapat berkembang melalui bidang olahraga prestasi yang membutuhkan disiplin, konsentrasi dan konsistensi.

Pertanyaan Pentingnya Bukan Sekadar Siapa yang Menang

Di sinilah makna pemberian penghargaan menjadi lebih penting untuk dilihat.

Penghargaan kepada personel berprestasi tentu layak diapresiasi. Tetapi ukuran keberhasilan institusi kepolisian tidak berhenti pada jumlah piala yang dikumpulkan anggotanya.

Yang jauh lebih penting adalah bagaimana budaya penghargaan tersebut diterjemahkan menjadi budaya kerja.

Kapolres Semarang sendiri menegaskan hal itu dalam arahannya.

“Saya berharap prestasi yang telah ditunjukkan dapat menjadi contoh dan motivasi bagi personel lainnya untuk memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa dan negara,” tegasnya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi garis pembatas: prestasi pribadi harus memiliki dampak positif terhadap institusi.

Seorang anggota yang berprestasi di arena olahraga tetap dituntut profesional ketika kembali mengenakan seragam dan menjalankan fungsi kepolisian.

Dengan kata lain, medali adalah capaian, tetapi integritas tetap menjadi ukuran utama.

Kapolres Dorong Budaya Prestasi, Tapi Ingatkan Jangan Mengejar Penghargaan

AKBP Heru Dwi Purnomo juga meminta para Pejabat Utama dan Kapolsek jajaran memberikan perhatian kepada personel yang menunjukkan prestasi maupun inovasi dalam pelaksanaan tugas.

“Bangun budaya kerja yang mendorong anggota untuk berprestasi, berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Namun demikian, perlu saya tekankan bahwa penghargaan bukanlah tujuan utama dalam melaksanakan tugas,” jelasnya.

Pernyataan tersebut menjadi bagian paling penting dari seremoni tersebut.

Sebab, jika penghargaan hanya dipahami sebagai hadiah atas sebuah capaian, maka maknanya berhenti di podium. Tetapi jika penghargaan digunakan sebagai instrumen membangun budaya kerja, maka dampaknya dapat dirasakan lebih luas oleh organisasi dan masyarakat.

Polri membutuhkan personel yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga disiplin, integritas dan kemampuan memberikan pelayanan yang humanis.

Dari Lapangan Tribrata ke Pelayanan Publik

Kapolres menegaskan bahwa tujuan utama setiap personel Polri adalah memberikan pengabdian terbaik, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, memberikan pelayanan yang humanis serta mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap institusi.

Pesan tersebut menjadi relevan karena setiap prestasi anggota pada akhirnya membawa nama institusi.

Ketika seorang personel berdiri di podium sebagai juara, nama kesatuannya ikut disebut. Sebaliknya, ketika seorang personel melakukan pelanggaran, institusi juga ikut menerima dampaknya.

Karena itu, penghargaan dan kenaikan pangkat pengabdian idealnya berjalan beriringan dengan peningkatan standar perilaku, disiplin dan profesionalisme.

Pesan Tegas: Jangan Ada Pelanggaran

Menutup arahannya, AKBP Heru meminta seluruh personel menjadikan momentum tersebut sebagai penyemangat untuk meningkatkan disiplin, profesionalisme dan soliditas.

“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, hindari pelanggaran sekecil apa pun dan senantiasa menjaga nama baik pribadi, keluarga maupun institusi Polri. Tingkatkan prestasi, jaga integritas dan terus berikan pengabdian terbaik untuk Polri, masyarakat, bangsa dan negara,” pungkasnya.

Dengan demikian, seremoni di Lapangan Tribrata Polres Semarang pada 5 Oktober 2026 bukan sekadar agenda kenaikan pangkat dan pembagian penghargaan.

Di balik enam nama yang mendapat apresiasi, tersimpan pesan organisasi yang lebih luas: prestasi harus melahirkan keteladanan, penghargaan harus memperkuat integritas, dan pengabdian pada akhirnya harus kembali kepada kepentingan masyarakat.

(Pewarta: 75)

Post a Comment

Selamat Datang

To be published, comments must be reviewed by the administrator *

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1