MitraBhayangkara.my.id, Surabaya — Semangat kemerdekaan begitu terasa di Tenggumung Baru Mulya RT 06 RW 09, Kelurahan Pegirian, Kecamatan Semampir, Surabaya. Ratusan warga tumpah ruah menyaksikan Gebyar HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 yang dikemas dalam panggung pentas seni dan hiburan rakyat.
Kegiatan berlangsung semarak dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari anak-anak, ibu-ibu PKK, pengurus RT/RW, tokoh masyarakat hingga warga dari berbagai usia. Gelak tawa, tepuk tangan dan antusiasme penonton mewarnai acara yang berlangsung hingga sekitar pukul 01.00 WIB.
Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi penyambutan Ketua RW bersama perwakilan pejabat Kelurahan Pegirian. Penyambutan tersebut semakin meriah dengan penampilan Tari Remo yang menjadi salah satu kesenian khas Jawa Timur.
Sejak awal acara, kawasan Tenggumung Baru Mulya sudah dipadati warga. Panggung seni bukan hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat dalam merayakan kemerdekaan.
Ketua Panitia, Teguh, dalam sambutannya mengajak seluruh warga menjadikan peringatan HUT RI sebagai momentum untuk kembali mengingat jasa para pahlawan.
“Kemerdekaan ini harus kita syukuri dan kita jaga bersama. Ini adalah hasil perjuangan dari para pejuang dan leluhur kita yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi NKRI,” tegas Teguh.
Menurutnya, semangat kemerdekaan tidak cukup diwujudkan melalui seremoni. Nilai perjuangan juga perlu diteruskan melalui kepedulian, gotong royong dan kekompakan warga dalam kehidupan sehari-hari.
Apresiasi untuk Kekompakan Warga
Ketua RT 06, Kemijo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang telah berpartisipasi dan memberikan dukungan sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan meriah.
Ia menilai antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kebersamaan masih terjaga di lingkungan RT 06.
Apresiasi serupa disampaikan Ketua RW 09, Pak Bowo. Ia memberikan perhatian khusus terhadap kreativitas warga, termasuk penampilan anak-anak usia dini serta kreasi ibu-ibu PKK RT 06 yang turut memeriahkan panggung seni.
Selain memberikan apresiasi, Pak Bowo juga mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan pentingnya menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).
Pesan tersebut menjadi bagian penting dari perayaan kemerdekaan. Menurutnya, lingkungan yang aman dan kondusif merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga melalui komunikasi, kepedulian dan gotong royong.
Teatrikal Perjuangan Jadi Puncak Acara
Kemeriahan semakin meningkat ketika pertunjukan teatrikal perjuangan ditampilkan di atas panggung. Pertunjukan tersebut berhasil menyedot perhatian penonton dan membawa suasana seolah kembali pada kisah perjuangan para pendahulu bangsa.
Ratusan warga tampak larut mengikuti jalannya pertunjukan. Tepuk tangan dan sorakan penonton beberapa kali terdengar ketika adegan-adegan penting ditampilkan.
Setelah pertunjukan teatrikal, suasana berubah menjadi lebih santai. Hiburan musik dangdut menjadi penutup rangkaian kegiatan. Warga pun menikmati hiburan bersama hingga acara berakhir sekitar pukul 01.00 WIB.
Bagi masyarakat Tenggumung Baru Mulya, kemeriahan Gebyar HUT RI ke-81 bukan sekadar pesta rakyat. Di balik panggung hiburan tersebut tersimpan pesan tentang pentingnya persatuan, gotong royong, kepedulian sosial dan menjaga lingkungan agar tetap aman serta harmonis.
Kemijo berharap kebersamaan yang telah terbangun melalui kegiatan tersebut dapat terus dipertahankan, bukan hanya ketika perayaan HUT Kemerdekaan berlangsung.
“Semoga warga senantiasa diberikan kesehatan dan kekompakan, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan bersama,” pungkas Kemijo.
Pewarta: Redho


