Pontianak,Kalbar,Mitra Bhayangkara.my.id — Semangat kolaborasi antara kalangan akademisi dan insan pers kembali terlihat dalam kegiatan diskusi santai bertajuk “Ngopi Bareng” yang digelar oleh mahasiswa Lembaga Organisasi Kemahasiswaan (LOK) IMKA-Pijar Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura (UNTAN) bersama Wakil Pimpinan Redaksi Indonesia Media Mitra Mabes, Syarif Mohsin. Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan penuh nuansa kekeluargaan dengan agenda utama membahas rencana pelaksanaan kegiatan bakti sosial di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.
Kegiatan ini menjadi ruang dialog produktif antara mahasiswa dan praktisi media dalam membangun sinergi sosial yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Dalam suasana santai namun sarat gagasan, berbagai konsep dan strategi dibahas secara mendalam, mulai dari teknis pelaksanaan kegiatan, pola koordinasi lintas sektor, edukasi sosial kepada masyarakat, hingga penguatan publikasi agar kegiatan nantinya mampu memberikan dampak luas dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Sy. Mohsin menegaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan sosial yang harus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui kajian akademik, tetapi juga melalui aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan publik.
“Mahasiswa harus mampu menjadi motor penggerak kepedulian sosial. Kegiatan bakti sosial jangan hanya bersifat seremonial, tetapi harus memiliki nilai kebermanfaatan yang nyata, terukur, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Sy. Mohsin dalam diskusi tersebut.
Ia juga menilai bahwa sinergi antara mahasiswa dan media merupakan langkah positif dalam membangun kesadaran sosial serta memperkuat kontrol publik terhadap berbagai persoalan kemasyarakatan, khususnya di daerah-daerah yang masih membutuhkan perhatian dalam sektor pendidikan, kesehatan, dan pemahaman hukum.
Sementara itu, perwakilan LOK IMKA-Pijar Fakultas Hukum UNTAN menjelaskan bahwa program bakti sosial yang direncanakan di Kabupaten Landak merupakan bentuk implementasi nyata dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Program tersebut nantinya tidak hanya berfokus pada kegiatan sosial biasa, tetapi juga akan menghadirkan edukasi hukum, penyuluhan sosial, serta kegiatan kemanusiaan yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
Menurut mereka, Kabupaten Landak dipilih karena dinilai masih membutuhkan perhatian bersama dalam beberapa aspek sosial kemasyarakatan. Oleh sebab itu, mahasiswa berharap kegiatan tersebut dapat menjadi jembatan kepedulian sekaligus mempererat hubungan antara dunia akademik dengan masyarakat secara langsung.
Diskusi “Ngopi Bareng” ini sekaligus menjadi momentum memperkuat jaringan komunikasi dan kerja sama antara organisasi mahasiswa dengan insan pers. Selain sebagai wadah bertukar pikiran, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu melahirkan gerakan sosial yang lebih terstruktur, humanis, dan tepat sasaran.
Dengan mengusung semangat solidaritas, kepedulian, dan pengabdian, LOK IMKA-Pijar Fakultas Hukum UNTAN optimistis bahwa program bakti sosial yang akan dilaksanakan di Kabupaten Landak nantinya dapat memberikan kontribusi positif serta membawa manfaat nyata bagi masyarakat setempat.
(Bsg/Red)
