Diduga Bawa Sabu Sebanyak Dua Kilogram Oknum Polisi Ditembak Oleh Tim Ditresnarkoba Polda Kalbar




Bengkayang Kalimantan Barat – Mitrabhayangkara.my.id–Dunia kepolisian di Kalimantan Barat digemparkan dengan kabar tertembaknya seorang oknum anggota Polri berinisial Brigadir DN. Brigadir DN, yang diketahui menjabat sebagai Bhabinkamtibmas Desa Seluas, diduga terlibat dalam peredaran gelap narkotika jenis sabu-sabu.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, penangkapan dilakukan oleh tim dari Ditresnarkoba Polda Kalbar yang ditembak langsung oleh AKP Salahhudin.


Oknum tersebut diduga kuat membawa barang bukti berupa narkotika jenis sabu seberat 2 kilogram. Hingga saat ini, kondisi Brigadir DN belum mendapatkan kabar yang jelas apakah DN menjalani perawatan medis akibat luka tembak dalam proses penangkapan tersebut atau tidak


Menanggapi insiden tersebut, pihak Humas Polda Kalbar dan Humas Polres Bengkayang memberikan pernyataan yang terkesan saling lempar tanggung jawab terkait wewenang penyampaian informasi kepada publik.


Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Senin (13/4/2026) pukul 08:25 WIB, Anggota Humas Polda Kalbar enggan memberikan rincian kronologi kejadian.



“Selamat pagi, untuk informasi lengkap terkait kejadian tersebut bisa langsung menghubungi pihak dari Humas Polres Bengkayang karena hal tersebut masih ranah daripada Polres Bengkayang. Terima Kasih,” tulis pihak Humas Polda Kalbar.



Namun, pernyataan berbeda justru datang dari Humas Polres Bengkayang. Saat dihubungi untuk memverifikasi lokasi kejadian dan status keanggotaan Brigadir DN, pihak Polres Bengkayang menyatakan bahwa kasus ini sepenuhnya ditangani oleh Polda Kalbar.


“Masalahnya penanganannya dari Direktorat Polda. Saya pun kurang jelas juga. Bukan Polres Bengkayang penanganannya,” balas Humas Polres Bengkayang singkat.




Kasus ini mencoreng citra kepolisian di Kalimantan Barat, mengingat tersangka merupakan seorang Bhabinkamtibmas yang seharusnya menjadi ujung tombak keamanan dan ketertiban di masyarakat desa. Barang bukti sebanyak 2 Kg sabu-sabu menunjukkan adanya dugaan keterlibatan dalam jaringan peredaran narkoba yang signifikan di wilayah perbatasan.

Teka-teki mengenai waktu kejadian tertembaknya Brigadir DN, oknum Bhabinkamtibmas Desa Seluas yang diduga membawa 2 Kg sabu, mulai menemui titik terang. 


Aparat Desa Seluas, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut memang benar terjadi,di duga diwilayah desa mayak.

Saat dikonfirmasi via telepon pada Senin (13/4/2026) pukul 10:33 WIB, salah satu aparatur Desa Seluas menjelaskan bahwa tidak mengetahui penangkapan yang berujung penembakan oleh tim Ditresnarkoba Polda Kalbar tersebut terjadi pada tengah pekan lalu.



“Saya diberitahu warga bahwa kejadian penembakan itu benar pada hari Rabu, tanggal 8 April 2026 sekitar malam hari kejadiannya. Dia adalah Bhabinkamtibmas desa kami,” ungkapnya

Meski insiden terjadi pada Rabu malam, ia mengaku tidak langsung mendapatkan informasi pada saat kejadian. Ia baru mengetahui bahwa petugas keamanannya terlibat masalah hukum dan tertembak beberapa hari kemudian.

“Saya baru mengetahuinya pada hari Jumat, 10 April 2026,” tambahnya.

Pernyataan ini sekaligus mengoreksi kesimpangsiuran informasi terkait waktu kejadian. Namun, mengenai detail keterlibatan Brigadir DN dalam kepemilikan 2 Kg narkoba jenis sabu-sabu, pihak desa menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum.



Di sisi lain, ketidaksinkronan informasi antara Humas Polda Kalbar dan Humas Polres Bengkayang sebelumnya sempat memicu tanda tanya. Humas Polda menyebut kasus ini ranah Polres Bengkayang, sementara Humas Polres menegaskan bahwa penanganan sepenuhnya dilakukan oleh Direktorat Narkoba Polda Kalbar di bawah



Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai di mana Brigadir DN dirawat serta detail kronologi baku tembak yang terjadi. Publik masih menunggu transparansi dari Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) terkait status hukum dan tindakan tegas yang akan diambil terhadap oknum anggota tersebut.


Pewarta:Budiman

Post a Comment

Selamat Datang

To be published, comments must be reviewed by the administrator *

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1