Semarang, MitraBhayangkara.my.id — Tragedi memilukan terjadi di kawasan wisata air Rawa Pening, Sabtu pagi (28/03/2026). Seorang pelajar berusia 17 tahun bernama Yusuf ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam saat beraktivitas di tengah danau bersama keluarganya.
Korban yang merupakan siswa kelas 10 salah satu SMA swasta di Ambarawa itu diketahui berdomisili di wilayah Bandungan, Kabupaten Semarang. Ia datang ke lokasi dengan niat berlibur sekaligus mencari ikan, namun perjalanan tersebut justru berakhir tragis.
Kronologi: Dari Liburan Berubah Jadi Petaka
Kapolsek Ambarawa, Ririh Widiastuti, mengungkapkan bahwa korban berangkat sekitar pukul 08.00 WIB bersama tiga anggota keluarganya menuju danau menggunakan perahu warga.
Mereka menyewa sebuah branjang (pondok apung) untuk menjaring ikan. Namun sekitar pukul 10.30 WIB, situasi berubah menjadi mencekam saat korban bersama dua rekannya mencoba berenang menuju branjang lain yang berjarak sekitar 50 meter.
“Diduga korban tidak kuat berenang saat berada di tengah danau. Dua saksi sempat berusaha menolong, namun korban terlanjur tenggelam,” jelas Kapolsek.
Upaya Penyelamatan Gagal
Sekitar 15 menit setelah korban tenggelam, seorang nelayan setempat, Fandy (40), warga Lodoyong, bergerak cepat melakukan pencarian. Korban akhirnya ditemukan, namun dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Tim gabungan dari Polsek Ambarawa, relawan SAR Buser, Baguna Kabupaten Semarang, serta aparat Koramil langsung melakukan evakuasi dari tengah danau menuju daratan.
Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD dr. Gunawan Mangunkusumo untuk pemeriksaan medis.
Hasil Pemeriksaan: Murni Tenggelam
Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan medis, polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Kesimpulan sementara, korban meninggal dunia murni akibat tenggelam karena tidak mampu berenang,” tegas AKP Ririh.
Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan secara resmi menolak dilakukan autopsi.
Peringatan Keras: Wisata Air Tidak Seaman yang Dibayangkan
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat keras bahwa wisata air seperti Rawa Pening menyimpan risiko serius, terutama bagi pengunjung yang tidak memiliki kemampuan berenang memadai.
Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan faktor keselamatan, termasuk penggunaan alat pelampung serta menghindari aktivitas berbahaya di tengah danau.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan memaksakan diri jika tidak memiliki kemampuan berenang,” pungkas Kapolsek.
(75)

.jpeg)
.jpeg)
