Kubu Raya,,Kalbar —Mitrabhayangkara.my.id–Antusiasme warga Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya, terlihat jelas di halaman SPBU yang terletak di Desa Permata pada hari ini Sabtu (28/03/36). Puluhan warga berduyun-duyun mengantri dengan wajah penuh harapan, karena pasokan minyak petralite dan solar yang telah lama dinanti akhirnya tiba di lokasi tersebut.
Kehadiran pasokan minyak petralite dan solar ini tentu menjadi kabar gembira bagi seluruh warga Kecamatan Terentang. Selama ini, keterbatasan pasokan minyak petralite dan solar sempat membuat aktivitas sehari-hari warga terganggu. Dengan adanya pasokan yang cukup di SPBU Desa Permata, warga berharap aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari mereka dapat berjalan lancar kembali.
Tim DPC LSM MAUNG Kubu Raya yang turun memantau situasi di lokasi juga memberikan tanggapan terkait peristiwa ini. Ketua Tim DPC LSM MAUNG Kubu Raya,Abang Mansur menyampaikan himbauan kepada seluruh warga Kecamatan Terentang agar tidak perlu panik dalam mendapatkan minyak tanah. "Kami menghimbau warga untuk tetap tenang dan tertib saat mengantri, karena pasokan minyak tanah sudah tersedia dan akan terus diupayakan agar tetap lancar," ujarnya.
Selain itu, pihak LSM juga menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada semua pihak yang telah berperan dalam mengkoordinir dan mendatangkan pasokan minyak tanah ke SPBU Kecamatan Terentang. Tidak lupa, apresiasi juga diberikan kepada petugas SPBU yang memberikan pelayanan yang baik dan ramah kepada warga selama proses pengantrian berlangsung.
Salah satu warga Kecamatan Terentang yang sudah mendapatkan minyak petralite mengungkapkan rasa senangnya. "Akhirnya minyak tanah datang juga. Kami sudah menunggu cukup lama, dan sekarang bisa kembali melakukan aktivitas seperti biasa. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu," katanya dengan senyum lebar.
Dengan adanya pasokan minyak petralite dan solar yang stabil dan pelayanan yang baik, diharapkan kebutuhan dasar warga Kecamatan Terentang dapat terpenuhi dengan baik dan tidak ada lagi keluhan terkait keterbatasan pasokan minyak tanah di wilayah tersebut.
Sumber : TIM MAUNG
Budiman
