Bengkayang, Kalbar –Mitrabhayangkara.my.id– Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab, S.Sos., S.I.K., turun langsung melakukan peninjauan ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) guna memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat tetap aman. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (16/3/26) pagi, di SPBU Jessy AK Lakeng yang berlokasi di Jalan Raya Sanggau Ledo, Kelurahan Bani Amas, Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang.
Peninjauan ini dilakukan menyusul meningkatnya antrean kendaraan di sejumlah SPBU setelah beredarnya isu mengenai kemungkinan terjadinya krisis BBM. Untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan, Kapolres Bengkayang bersama jajaran melakukan pengecekan langsung sekaligus berkoordinasi dengan pihak pengelola SPBU.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Bengkayang didampingi Padal Pleton Siaga II AKP Juhardi, S.H., Ps. Kasat Samapta IPTU Dwiyanto Bhanu Susilo, S.I.P., M.H., serta anggota Pleton Siaga Regu II dan personel Sat Samapta Polres Bengkayang sebanyak 13 orang yang juga melaksanakan pengamanan di lokasi.
Hasil koordinasi dengan pihak SPBU menunjukkan bahwa stok BBM di SPBU Jessy AK Lakeng dalam kondisi aman dan tidak mengalami kelangkaan. Pihak pengelola juga menyampaikan bahwa pasokan BBM didistribusikan setiap hari sehingga kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi.
Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan BBM. Ia memastikan distribusi BBM masih berjalan normal dan aparat kepolisian terus melakukan pemantauan untuk menjaga situasi tetap kondusif.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak terpancing isu yang belum tentu benar. Dari hasil pengecekan langsung dan koordinasi dengan pihak SPBU, stok BBM masih tersedia dan distribusinya berjalan setiap hari,” ujar Kapolres.
Kapolres juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan melakukan pengisian BBM secara wajar agar tidak menimbulkan kepadatan antrean yang berlebihan di SPBU.
Hingga berita ini diterbitkan, situasi di SPBU Jessy AK Lakeng terpantau ramai oleh masyarakat yang mengisi BBM, namun tetap dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif berkat pengawasan dari personel kepolisian di lapangan.
(Budiman)


