HSU, Kalimantan Selatan,Mitra Bhayangkara,my.id – Kepolisian Resor Hulu Sungai Utara (Polres HSU) memastikan dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan warga di Desa Baruh Tabing, Kecamatan Banjang, pada Minggu (1/2/2026), berasal dari konsumsi es buah yang disajikan dalam acara hajatan perkawinan.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WITA di Jalan Danau Terate RT 3, saat para tamu menghadiri hajatan milik Ishak (67), seorang petani setempat.
Kasi Humas Polres HSU Iptu Asep HZ, S.H menjelaskan bahwa para korban mulai merasakan gejala tidak lama setelah meminum es buah yang disediakan panitia hajatan.
“Para korban mengeluhkan pusing berputar, mual, ingin muntah, dan rasa pahit di lidah sekitar 10 menit setelah mengonsumsi es buah. Ini yang menguatkan dugaan adanya kandungan berbahaya di dalam minuman tersebut,” kata Iptu Asep.
Dari hasil pendataan aparat dan petugas kesehatan, total korban mencapai 153 orang, terdiri dari anak-anak hingga orang dewasa. Mereka dievakuasi menggunakan ambulans desa ke RSUD Pambalah Batung Amuntai dan Puskesmas Banjang.
“Sebanyak 145 korban telah diperbolehkan pulang, sementara 8 orang masih menjalani perawatan intensif di RSUD Pambalah Batung Amuntai,” jelas Iptu Asep.
Adapun korban yang masih dirawat inap adalah:
•Nafia Azzaha (anak)
•M. Fathan Arsya (anak)
M. Zakir (anak)
•Hanifa Rusyida (anak)
•Norhayah
•Lisnawati
•Fathul Jannah
•Aniah
Berdasarkan keterangan saksi dan hasil awal pemeriksaan, es buah yang dikonsumsi para tamu berisi: pepaya, labu putih, nanas, selasih, dan sirup leci.
Salah seorang saksi, Muhtar (29), menyebutkan hampir semua korban mengalami keluhan yang sama setelah meminum es tersebut.
“Awalnya semua baik-baik saja, tapi setelah minum es buah, banyak yang tiba-tiba pusing dan mual. Ada yang langsung muntah,” ujar Muhtar.
Sampel Diamankan untuk Uji Laboratorium
Polisi telah mengamankan satu buah termos merah berisi sisa es buah sebagai barang bukti untuk diperiksa secara ilmiah.
“Sampel sudah kami amankan dan akan dibawa ke Laboratorium Tabalong serta Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Bapelkes) Banjarbaru. Hasilnya diperkirakan keluar pada Senin (2/2/2026) untuk memastikan zat apa yang menyebabkan keracunan,” tegas Iptu Asep.
Pemerintah dan DPRD Turun Langsung
Penanganan korban mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Anggota DPRD HSU H. Mukhsin Haital, Al Amien Ansari Safari, SKM, dan Hendra Royadi, bersama Sekda HSU Adi Lesmana, Dinas Kesehatan, Kapolsek Banjang AKP Robby Ansharie Bahasuan, S.H., M.M, serta unsur TNI dan kecamatan turun langsung memantau kondisi korban di rumah sakit.
“Kehadiran para pemangku kebijakan ini menunjukkan bahwa negara hadir untuk memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis terbaik,” ujar Iptu Asep.
Iptu Asep menegaskan bahwa kejadian serupa bukan pertama kali terjadi di Kabupaten HSU.
“Ini sudah kejadian kedua keracunan massal di wilayah HSU. Kami mengimbau seluruh masyarakat, khususnya penyelenggara hajatan, agar lebih berhati-hati dalam mengolah makanan dan minuman, memperhatikan kebersihan dan bahan yang digunakan, demi mencegah kejadian serupa,” tegasnya.
Polres HSU menyatakan akan terus mengawal proses penyelidikan hingga hasil laboratorium keluar guna memastikan penyebab pasti keracunan tersebut.(dw/Mubarak/hmspolreshsu)
