Mojokerto,Jatim,Mitrabhayangkara.my.id – Suasana politik di Desa Kintelan, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto memanas menyusul dugaan kurangnya keterbukaan dalam tahapan pencalonan kepala desa. Sejumlah warga menyatakan keresahan mereka terhadap proses yang dinilai tidak berjalan secara transparan, terutama terkait informasi daftar bakal calon yang telah mendaftar.
Beberapa warga mengaku kesulitan memperoleh informasi resmi mengenai siapa saja kandidat yang telah lolos atau sedang mengikuti proses verifikasi administrasi.
Minimnya papan pengumuman maupun sosialisasi terbuka dinilai menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Kondisi ini dikhawatirkan memicu prasangka adanya kepentingan tertentu yang tidak diketahui publik.
Seorang warga berinisial B mengungkapkan bahwa dirinya telah mencoba meminta penjelasan kepada Penjabat Kepala Desa (Pj Kades) Eko. Namun, menurutnya, jawaban yang diterima belum memberikan kepastian.
“Kami sudah bertanya, tetapi dijelaskan bahwa kewenangan penuh ada di panitia. Justru di situlah yang menjadi pertanyaan, karena panitia dinilai kurang terbuka,” ujarnya, Rabu (19/2/2026).
Warga pun berencana mengawal secara langsung tahapan berikutnya agar proses berjalan sesuai aturan perundang-undangan. Mereka menilai, transparansi adalah kunci menjaga legitimasi hasil pemilihan.
“Kami ingin semuanya diumumkan secara jelas. Jangan sampai muncul kesan ada yang ditutup-tutupi,” tambah B.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari panitia pemilihan terkait tudingan tersebut.
Masyarakat berharap panitia segera memberikan klarifikasi agar situasi tetap kondusif dan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi desa tetap terjaga.
(Mukhlasin/jobs)