Bengkayang, Kalbar – [Mitrabhayangkara.my.id]–Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan sebagai ruang memperkuat nilai spiritual dan kebersamaan. Hal ini tercermin dalam kultum yang disampaikan Wakapolres Bengkayang, Kompol Suparwoto, S.I.P., di Masjid Agung Syuhada pada Rabu malam (25/2/2026).
Dalam suasana religius yang khidmat, Kompol Suparwoto mengajak jamaah untuk memulai setiap ibadah dengan niat yang lurus dan tulus. Ia menekankan bahwa melangkahkan kaki menuju masjid bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari perjalanan spiritual untuk meraih ridho Allah SWT.
Menurutnya, ketika niat diluruskan sejak awal, setiap langkah menuju rumah ibadah bernilai pahala dan menjadi bagian dari upaya memperbaiki diri.
Tak hanya soal ibadah personal, ia juga mengingatkan bahwa Ramadan adalah waktu terbaik untuk memperbanyak amal kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Kebaikan, kata dia, tidak selalu harus dalam bentuk besar.
“Hal sederhana seperti menyingkirkan duri di jalan agar tidak melukai orang lain juga merupakan bentuk kepedulian yang bernilai ibadah,” pesannya di hadapan jamaah.
Lebih jauh, ia mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai sarana memperkuat toleransi antarumat beragama. Menjaga keharmonisan di tengah keberagaman dinilai sebagai fondasi penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Pesan moral tersebut selaras dengan semangat Polri dalam membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan humanis dan religius.
Melalui kegiatan kultum ini, diharapkan nilai kepedulian sosial, kebaikan, serta toleransi semakin tumbuh di tengah masyarakat. Ramadan pun tak hanya menghadirkan ketenangan spiritual, tetapi juga memperkuat persatuan serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah Bengkayang.
Pewarta:Budiman

