Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Mitra Bhayangkara, My. Id
Oleh: Tim Media Mitra Bhayangkara
Tanggal: 10 Februari 2026
BANJARBARU – Gelaran silaturahmi di ruang Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Selatan, Selasa (9/2/2026), siang, semakin hangat dengan cerita-cerita dari masa tugas di Kotabaru. Kombes Pol. M. Gafur Aditya Harisada Siregar dengan rendah hati mengakui, salah satu kunci membangun kerja sama masyarakat adalah dengan membangun hubungan yang tulus dengan para pemuka agama. “Di Kotabaru dulu, silaturahmi dengan para ulama dan habaib adalah napas dari tugas kemasyarakatan kami. Mereka adalah mitra strategis dalam membangun ketenteraman dan moral bangsa,” kenangnya.
Pernyataan itu bukan tanpa bukti. Ketika dilantik sebagai Dirkrimsus pada Desember 2023, salah satu kesan kuat yang disampaikan oleh Awaludin, Ketua Komisi II DPRD Kotabaru, adalah tentang kedekatan Gafur dengan semua kalangan, termasuk para pemuka agama di Kotabaru. Kesan itu kini telah berkembang menjadi suatu pendekatan kepemimpinan yang khas: tegas menegakkan hukum dengan satu tangan, dan merangkul umat dengan tangan lainnya.
*Relasi dengan Ulama dan Habaib: Lebih dari Sekadar Formalitas*
Berdasarkan kesan yang diungkapkan oleh mitra kerjanya, kedekatan Gafur dengan kalangan ulama dan habaib bukanlah hubungan yang bersifat insidental atau seremonial belaka.
· Sikap yang Menghormati dan Akrab: Ia dikenal sebagai sosok yang humble (rendah hati) dan mampu akrab dengan siapa saja. Sikap ini memungkinkan terciptanya komunikasi yang setara dan penuh rasa hormat dengan para tokoh agama.
· Jembatan untuk Masyarakat: Para ulama dan habaib seringkali menjadi pintu masuk yang paling efektif untuk memahami denyut nadi dan keresahan masyarakat. Dengan menjalin relasi yang baik, Gafur membangun saluran komunikasi langsung dengan akar rumput.
· Mitra dalam Menjaga Moral Publik: Dalam banyak kesempatan, para tokoh agama menjadi mitra dialog dalam menyikapi persoalan sosial yang berpotensi mengganggu ketertiban, seperti penyalahgunaan narkoba atau pergaulan bebas. Sinergi ini menciptakan pendekatan preventif yang lebih holistik.
*Landasan Karakter: Kecerdasan Akademik dan Ketajaman Penyidik*
Relasi yang humanis ini berpadu sempurna dengan kapasitas intelektual dan profesionalnya yang cemerlang.
· *Lulusan Terbaik Magister Hukum*: Pada September 2025, Gafur diwisuda sebagai lulusan terbaik Program Magister Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dengan IPK 3.96. Tesisnya tentang mediasi penal menunjukkan pemikiran yang mendalam tentang keadilan yang memulihkan.
· *Penyidik Berprestasi Tingkat Nasional*: Sebelumnya, saat bertugas di Polda Metro Jaya, ia meraih Pin Emas dari Kapolri karena mengungkap sindikat kejahatan properti dengan kerugian Rp214 miliar hanya dalam 1x24 jam. Prestasi lain termasuk memberantas pinjol ilegal yang menargetkan ratusan debitur per hari.
· Pemimpin Satgas yang Diakui: Kinerjanya memimpin Satgas Pangan Polda Kalsel, dari mengungkap peredaran minyak goreng palsu hingga pupuk ilegal, bahkan mendapat apresiasi langsung dari Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo pada Agustus 2025.
*Kepemimpinan yang Melayani: Ketahanan Pangan dan Kedekatan dengan Rakyat*
Visi kepemimpinannya menjangkau jauh melampaui penegakan hukum semata. Ia aktif memimpin program ketahanan pangan, yang ia sebut sebagai implementasi nyata kemitraan polisi-masyarakat. Program ini tidak hanya menjaga stabilitas harga, tetapi juga memberdayakan warga secara langsung melalui budidaya.
Pendekatan yang sama terlihat dari cara ia menangani persoalan masyarakat kecil. Saat masih menjabat Kapolres Kotabaru, ketika seorang warga menjadi korban gigitan buaya, Gafur memastikan jajarannya sigap memberikan penanganan dan penyuluhan kepada masyarakat setempat untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. Perhatian pada hal-hal yang dianggap "kecil" inilah yang memperkuat ikatan emosionalnya dengan warga.
*Refleksi dan Integritas: Belajar dari Setiap Ujian*
Sebagai pemimpin, Kombes Gafur juga menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi dinamika karier. Pernah ada pemeriksaan terkait penanganan suatu perkara di masa lalu, yang kemudian dinyatakan tidak terbukti setelah melalui proses sidang yang fair. Pengalaman ini justru ia jadikan sebagai bahan pelajaran berharga untuk semakin mengedepankan prosedur dan integritas dalam setiap tindakan.
"Kejujuran dan ketulusan dalam bergaul, baik dengan masyarakat biasa, para ulama, maupun dengan aturan hukum, adalah kompas yang tidak boleh bergeser," ujarnya dengan tegas.
*Seorang Komandan dengan Tiga Pilar*
Silaturahmi itu ditutup dengan kesimpulan yang mendalam dari sosok Kombes Gafur. "Tugas kami berdiri di atas tiga pilar: ilmu yang cerdas untuk membongkar kejahatan, hukum yang tegas untuk menegakkan keadilan, dan hati yang humanis untuk merangkul seluruh komponen masyarakat, termasuk para ulama dan habaib yang kami hormati."
Kombes Pol. M. Gafur Aditya Harisada Siregar, sang Direktur Reskrimsus, telah membuktikan bahwa kepemimpinan yang efektif di bidang keamanan tidak hanya membutuhkan ketajaman analisis dan keberanian, tetapi juga kepekaan sosial dan spiritual. Dalam dirinya, terpancar sosok pemimpin Polri Presisi seutuhnya: cerdas, tegas, dan penuh silaturahmi.
---
Artikel ini ditulis berdasarkan hasil silaturahmi dan wawancara langsung Tim Media Mitra Bhayangkara dengan Kombes Pol. M. Gafur Aditya Harisada Siregar di Kantor Ditreskrimsus Polda Kalsel pada 9 Februari 2026, serta dari berbagai sumber terpercaya.
