Bengkayang, Kalimantan Barat— [Mitrabhayangkara.my.id]–Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 dan Cap Go Meh 2026, jajaran Polres Bengkayang menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Kewilayahan Liong Kapuas 2026, Jumat (13/2/2026) pagi. Kegiatan yang berlangsung di halaman Mapolres Bengkayang ini menjadi penanda kesiapan penuh aparat dalam memastikan rangkaian perayaan berjalan aman dan kondusif.
Apel dipimpin langsung Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab, S.Sos., S.I.K., bersama Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, S.E., M.M., serta dihadiri
unsur Forkopimda. Sejumlah perwakilan dari TNI, Kejaksaan, Pengadilan, instansi pemerintah daerah, hingga mitra pelayanan publik turut hadir, memperlihatkan soliditas lintas sektor dalam pengamanan agenda besar masyarakat tersebut.
Dalam amanatnya, Kapolres menegaskan bahwa apel gelar pasukan merupakan tahapan penting untuk memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta strategi pengamanan. Menurutnya, perayaan Imlek dan Cap Go Meh memiliki dimensi strategis, tidak hanya dari sisi keagamaan dan budaya, tetapi juga berdampak pada aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, khususnya di Kalimantan Barat.
“Perayaan ini setiap tahun menarik mobilitas masyarakat dalam jumlah besar, baik di tempat ibadah, pusat keramaian, objek wisata, maupun jalur lalu lintas utama. Apalagi tahun ini berdekatan dengan awal Bulan Suci Ramadan, sehingga diperlukan kesiapsiagaan ekstra,” tegasnya.
Operasi Liong Kapuas 2026 sendiri merupakan operasi mandiri kewilayahan yang digelar oleh Polda Kalimantan Barat selama 17 hari, mulai 16 Februari hingga 4 Maret 2026. Sebanyak 700 personel disiagakan di berbagai titik rawan di seluruh wilayah Kalbar. Sementara itu, Polres Bengkayang mengerahkan 40 personel untuk mengamankan wilayah hukumnya dengan dukungan anggaran operasi.
Secara keseluruhan, Polda Kalbar mendirikan 27 pos pengamanan yang terdiri dari 23 pos pengamanan, 2 pos pelayanan, dan 2 pos terpadu. Pos-pos tersebut difokuskan pada pusat kegiatan masyarakat, jalur lalu lintas padat, serta objek vital guna mencegah potensi gangguan kamtibmas.
Di wilayah Bengkayang, Kepolisian telah mendata 38 vihara/klenteng dan 24 lokasi prioritas pengamanan. Selain itu, empat destinasi wisata pantai di Kecamatan Sungai Raya Kepulauan diprediksi mengalami lonjakan pengunjung selama libur perayaan. Untuk itu, dua Pos Pengamanan didirikan di depan Koramil Bengkayang dan Terminal Sungai Duri, serta satu Pos Pelayanan di Simpang Samudra Indah.
Kapolres juga menekankan pentingnya profesionalisme dan pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas. Seluruh personel diminta tetap waspada terhadap potensi gangguan keamanan, mulai dari kriminalitas hingga kemungkinan konflik sosial.
“Sinergi dan koordinasi antarinstansi adalah kunci. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Apel gelar pasukan ditandai dengan penyematan pita Operasi Liong Kapuas 2026 sebagai simbol dimulainya pengamanan. Dengan kesiapan personel dan dukungan lintas sektor, Polres Bengkayang optimistis rangkaian perayaan Imlek 2577 dan Cap Go Meh 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh khidmat di wilayah hukumnya.
Pewarta:Budiman.mb





