Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Mitra Bhayangkara, My. Id, – Pemerintah Kecamatan Karang Intan melalui Seksi Kesejahteraan Sosial menggelar Rapat Pra Musrenbang Tematik Stunting Tahun 2026 dalam rangka penyusunan rencana kerja prioritas tahun 2026 sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menurunkan prevalensi stunting hingga 18,8 persen.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Pokogonco Achmad Kecamatan Karang Intan, Rabu (21/1/2026).
Rapat dihadiri oleh Sekretaris Kecamatan Karang Intan Hj. Emma Susanty yang didampingi Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Karang Intan Eka Yusnitawati, unsur Forkopimcam, para pambakal, Tim Penggerak PKK, Kader Pembangunan Manusia (KPM) desa, serta bidan desa se-Kecamatan Karang Intan.
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi dan menyusun langkah-langkah konkret penanganan stunting secara terintegrasi.
Sekretaris Kecamatan Karang Intan Hj. Emma Susanty, yang sekaligus membuka kegiatan, menyampaikan bahwa penanganan stunting merupakan prioritas bersama yang membutuhkan sinergi lintas sektor.
“Rapat Pra Musrenbang Tematik Stunting ini sangat penting sebagai wadah koordinasi dan penyamaan persepsi seluruh pemangku kepentingan, agar program dan kegiatan yang direncanakan benar-benar tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penurunan angka stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi memerlukan keterlibatan semua unsur.
“Peran pemerintah desa, kader, PKK, serta tenaga kesehatan sangat menentukan keberhasilan upaya penurunan stunting. Saya berharap hasil rapat ini dapat dirumuskan menjadi rencana kerja prioritas yang terukur dan berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Karang Intan Mahrur Ruyani menekankan pentingnya komitmen bersama dalam mendukung target penurunan prevalensi stunting.
“Rapat ini merupakan tahapan awal dalam menyusun usulan prioritas kegiatan penanganan stunting tahun 2026. Kami berharap seluruh desa dapat mengusulkan program yang fokus pada pencegahan dan penanganan stunting, baik melalui intervensi spesifik maupun intervensi sensitif,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi antarpihak menjadi kunci utama keberhasilan.
“Kami berharap seluruh peserta dapat berperan aktif, saling berkoordinasi, dan konsisten dalam pelaksanaan program, sehingga target penurunan stunting hingga 18,8 persen dapat tercapai sesuai harapan,” tegasnya.
Dalam sesi diskusi, para peserta rapat menyampaikan berbagai masukan dan komitmen untuk mendukung percepatan penurunan stunting di wilayah Kecamatan Karang Intan. Salah satu peserta menyampaikan bahwa keterlibatan desa dan kader sangat penting dalam pendampingan keluarga berisiko stunting.
“Kami siap mendukung dan menjalankan program yang telah direncanakan, khususnya pendampingan ibu hamil dan balita, serta peningkatan kesadaran masyarakat tentang gizi dan kesehatan,” ungkapnya.
Peserta lainnya berharap agar hasil Pra Musrenbang Tematik Stunting ini dapat ditindaklanjuti dalam Musrenbang tingkat kecamatan dan kabupaten, sehingga program penanganan stunting memperoleh dukungan anggaran dan kebijakan yang memadai.
Melalui pelaksanaan Rapat Pra Musrenbang Tematik Stunting Tahun 2026 ini, diharapkan terwujud perencanaan yang terintegrasi dan berkelanjutan guna menurunkan prevalensi stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Karang Intan. (ma)
