Banjar, Kalimantan Selatan, MitraBhayangkara.my. Id - Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Sosial P3AP2KB mendirikan tenda posko dan dapur umum di Desa Sei Tabuk Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, sebagai bentuk respons cepat terhadap bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Sejumlah pejabat dari tingkat provinsi dan kabupaten turut hadir meninjau langsung pelaksanaan dapur umum tersebut, di antaranya Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Farhanie, Kepala Bidang Penanganan Bencana Dinsos Kalsel H. Achmadi, S.Sos, Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Kalsel Yadi Muchtar, A.KS., MPS.Sp., serta Plt Camat Sungai Tabuk Ahmad Rabani, A.KS., M.Si.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Banjar, Dr. Hj. Erny Wahdini, S.Pd., M.Pd, menegaskan bahwa penanganan banjir telah dilakukan sejak akhir Desember 2025.
Langkah tanggap darurat ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak, khususnya makanan dan logistik, tetap terpenuhi di tengah kondisi banjir yang masih berlangsung.
Kegiatan penanganan siaga banjir ini sudah kami laksanakan sejak 29 Desember 2025. Kami bersama tim posko BPBD dan para camat di wilayah terdampak membentuk dapur umum kerjasama dengan Dinsos Prov Kalsel dibantu Sat Brimobda Kalsel, TNI, dan PMI. Selain itu, ada pula dapur umum swadaya dari masyarakat desa,” ujar Erny.
Ia menjelaskan, saat ini pihaknya tengah memfokuskan dukungan logistik untuk beberapa wilayah terdampak.
Kami sedang men-support logistik untuk tiga kecamatan dan sejumlah desa. Selain itu, BPBD Kalsel juga turut membantu mendukung operasional dapur umum,” tambahnya.
Berdasarkan data sementara, banjir di Kecamatan Sungai Tabuk telah berdampak signifikan terhadap ribuan warga.
Data sementara, total warga terdampak di Kecamatan Sungai Tabuk mencapai 2.959 orang dan jumlah ini masih berpotensi bertambah karena dua desa lain, yakni Sei Lulut dan Pematang Panjang, juga mulai terdampak. Secara keseluruhan, di Kecamatan Sungai Tabuk terdapat 21 desa dengan jumlah sekitar 7.218 jiwa,” jelas Erny.
Dalam kesempatan itu, Erny juga menyampaikan imbauan penting kepada masyarakat agar mengutamakan keselamatan.
Jika kondisi sudah membahayakan keselamatan, kami mohon warga segera mengungsi ke titik-titik pengungsian yang telah kami siapkan dan segera berkoordinasi dengan aparat setempat. Kami juga akan segera menyalurkan sembako ke wilayah yang diprioritaskan, khususnya yang terdampak berat,” tegasnya.
Kabar baik juga datang dari pemerintah pusat.
Insyaallah besok, Minggu 4 Januari 2026, akan ada kunjungan dari Kementerian Sosial. Menteri Sosial RI, Drs. K.H. Saifullah Yusuf, S.IP atau Gus Ipul, direncanakan hadir sekaligus membagikan langsung logistik kepada warga, didampingi oleh Bupati Banjar H. Saidi Mansyur,” ungkap Erny.
Sementara itu, Plt Camat Sungai Tabuk Ahmad Rabani, A.KS., M.Si. menyambut positif rencana kunjungan Menteri Sosial tersebut.
Alhamdulillah, dengan agenda kedatangan Menteri Sosial besok ke kawasan Martapura Barat, khususnya Kecamatan Sungai Tabuk, mudah-mudahan ini menjadi angin segar bagi warga kami yang terdampak banjir.
Dalam kegiatan itu, menteri juga dijadwalkan mengunjungi warga untuk berdialog, juga dapur umum dan melakukan penyerahan sembako,” katanya.
Ia pun mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada.
Kami mengimbau warga agar tetap berhati-hati. Jika kondisi di rumah sudah tidak memungkinkan atau debit air terus meninggi, segera mengungsi ke tempat pengungsian yang telah disiapkan di Kecamatan Sungai Tabuk,” pesan Rabbani.
Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, provinsi, aparat keamanan, relawan, dan masyarakat, diharapkan penanganan banjir di Kabupaten Banjar dapat berjalan lebih cepat dan efektif, sehingga beban warga terdampak dapat segera terkurangi.(Mubarak&team)

