Warga Simpang KIM Terlantar Pasca Banjir, Pengacara Berton Sihombing Datang Membawa Harapan


Medan, Sumatera Utara, MitraBhayangkara.my.id - Cuaca ekstrem yang melanda Sumatera Utara pada 28 November lalu meninggalkan luka mendalam bagi warga di berbagai daerah, termasuk Kota Medan. Banjir besar yang menerjang hampir seluruh kabupaten/kota tidak hanya merendam rumah-rumah warga, tetapi juga menghancurkan perabotan, menimbulkan trauma, dan meninggalkan kenangan pahit yang sulit dilupakan.



Salah satu wilayah paling terdampak berada di kawasan pinggiran rel kereta api Jalan Kolonel Yos Sudarso, tepatnya di Simpang KIM Lingkungan 5, Kecamatan Medan Deli. Derasnya arus banjir menghantam puluhan rumah hingga menyisakan kerusakan parah. Namun di balik bencana itu, ada kekecewaan mendalam yang dirasakan warga: absennya sentuhan tangan Pemerintah Kota Medan.

“Jangankan bantuan makanan atau obat-obatan, datang melihat kondisi kami saja pemerintah tidak. Kami hanya bisa berserah,” ungkap sejumlah warga dengan nada kecewa sambil membersihkan rumah mereka yang baru saja surut dari banjir. Harapan mereka yang sempat padam ternyata kembali menyala berkat uluran tangan dari seorang warga yang tak mereka duga.

Lima hari setelah banjir berlalu, seorang pengacara muda, Berton Sihombing, S.H., warga Jalan Perintis Kemerdekaan, Desa Sei Semayang, Sunggal Deli Serdang, hadir membawa bantuan nyata untuk warga Simpang KIM. Meski bukan pejabat ataupun tokoh pemerintahan, kepedulian Berton justru menjadi yang pertama dirasakan masyarakat pasca bencana.


Berton, yang juga dikenal sebagai pemilik Apotek Mandala Jaya, datang pada Senin, 1 Desember 2025 sekitar pukul 19.00 WIB, membawa ratusan kilogram sembako. Mie instan, beras, minyak goreng, gula, roti dan berbagai kebutuhan pokok lainnya dibagikan langsung kepada warga yang terdampak.


Perwakilan warga, Didi Sigalingging, menyampaikan rasa haru dan terima kasih mendalam atas kepedulian tersebut.
“Ini bantuan pertama yang kami terima sejak banjir. Ditengah kesibukannya sebagai pengacara, Pak Berton masih punya hati dan jiwa sosial. Semoga beliau selalu diberi kesehatan dan kesuksesan,” ujarnya kepada awak media.


Bagi warga Simpang KIM, malam itu bukan sekadar penerimaan bantuan sembako, tetapi juga pengingat bahwa masih ada sosok yang peduli, meski bukan dari pemerintah. Di tengah kesedihan dan kelelahan, hadirnya Berton menjadi cahaya kecil yang menguatkan mereka untuk bangkit kembali.

(Pewarta: Junianto Marbun)

Post a Comment

Selamat Datang

To be published, comments must be reviewed by the administrator *

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1