MANOKWARI, MitraBhayangkara.my.id — Duka mendalam menyelimuti keluarga dan rekan-rekan mahasiswa asal Kabupaten Paniai setelah mahasiswi berinisial OB meninggal dunia di Manokwari, Papua Barat, pada 20 November 2025. Namun situasi menjadi semakin memilukan ketika proses pemulangan jenazah terpaksa dilakukan melalui jalur laut akibat tidak tersedianya biaya transportasi udara.
Mahasiswa Paniai yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa/i Pegunungan Tengah (IMPT) telah berupaya keras mengumpulkan dana melalui sumbangan sukarela, donasi publik, hingga melayangkan surat resmi kepada Bupati Paniai untuk meminta dukungan pemulangan jenazah. Namun, hingga beberapa hari menunggu, belum ada respons dari pemerintah daerah.
Karena kondisi mendesak, para mahasiswa akhirnya membawa jenazah OB menggunakan kapal laut menuju Wasior, kemudian melanjutkan perjalanan darat menuju Nabire. Selanjutnya jenazah akan dibawa ke Kabupaten Paniai untuk prosesi pemakaman.
Perjalanan panjang ini menjadi bukti nyata minimnya perhatian pemerintah terhadap warganya yang berada di perantauan, khususnya mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan jauh dari rumah.
Komentar Netizen Facebook
Reaksi netizen di media sosial turut memperlihatkan simpati sekaligus kekecewaan:
-
Tris Nur:
“Semoga kebaikan yang kalian lakukan mendapat balasan yang lebih baik lagi. Salut.” -
Pudan Hutapea:
“Salut sama rekan mahasiswa almarhum, sukses selalu.” -
James Siam:
“Mudahanx semuanya lancar perjalanan kalian semua sampai ke tempat yang hendak dituju. Tuhan selalu bersama yang memerlukan.” 🙏🙏 -
Zombadogas Jz:
“Bupati Paniai buka mata. Jangan bicara berkoar-koar di media sosial, kalau tindakan terhadap mahasiswa tidak ada. Bupati Paniai pernah jadi mahasiswa kah? Pernah belajar mandiri kah? Pemerintah Paniai kenapa mayat ini tidak bertanggung jawab? Rasa peduli kemanusiaan ada di mana?” 🙏
